Pemerintah Kota Surakarta
Melawan TBC dengan Program Ketuk Pintu
  March 12, 2017 17:35

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta meluncurkan Program Ketuk Pintu dari rumah ke rumah untuk mendata warga yang mengidap penyakit tuberculose (TBC) paru. Gerakan tersebut dilaksanakan serentak di 17 Puskesmas yang ada di Kota Surakarta. DKK turut menggandeng organisasi kemasyarakatan, seperti Aisyiyah, organisasi profesi kesehatan dan sebagainya.

Menurut Sekretaris DKK Surakarta, Purwanti, Program Ketuk Pintu tersebut bertujuan  untuk menemukan para penderita TBC paru semaksimal mungkin. Alasannya, saat ini diperkirakan baru sekitar 30 persen penderita TBC yang terjangkau pengobatan. Diperkirakan ada sekitar 1.660 warga Kota Surakarta yang menjadi penderita TBC.

“Selama ini kami belum terlalu proaktif dalam melakukan pendataan karena pendataan penderita TBC paru baru berdasarkan catatan pasien yang datang ke Puskesmas untuk berobat, sehingga datanya kurang optimal. Kami membuat Program Ketuk Pintu untuk pembaruan data,” kata Purwanti Sabtu (11/3/2017)

Secara teknis Purwanti menjelaskan dalam pelaksanaan “Program Ketuk Pintu” tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap warga Kota Solo yang menderita penyakit batuk lebih dari sepekan. Para penderita akan diambil contoh dahaknya untuk diperiksa di laboratorium RSUD dr Moewardi.
“Pasien yang menderita batuk lebih sepekan dan berdasarkan hasil pemeriksaan sample dahak dinyatakan positif terkena TBC paru akan diobati selama enam bulan. Purwanti yakin, Program Ketuk Pintu tersebut efektif untuk menjaring menjaring penderita TBC. Dengan menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap pemberantasan TBC, “Dalam Program Ketuk Pintu ini, kami menjalankan sekaligus program TOSS, yakni Temukan dan Obati Sampai Sembuh,” jelasnya.

Gunung Es

Dinas Kesehatan Kota Surakarta meyakini penyebaran penyakit TBC ibarat fenomena gunung es. Meski jumlah kasus TBC yang ditemukan pihak Puskesmas masih sedikit, namun diperkirakan jumlah kasus yang sebenarnya bisa mencapai tiga kali lipat dari yang ditemukan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan DKK Surakarta, Efi S. Pertiwi meminta agar masyarakat yang mengalami batuk dua pekan agar segera periksa. Seluruh Puskesmas di Kota Surakarta menyediakan layanan kesecara secara gratis kepada pendirita TBC, termasuk warga dari luar kota.

Kepala DKK Surakarta, Siti Wahyuningsih, menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta berupaya menekan kasus penyebaran penyakit TBC paru melalui berbagai cara. Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta memberi layanan kesehatan secara gratis di Puskesmas bagi penderita TBC paru, diharapkan menjadi alternatif pencegahan penularan penyakit tersebut.

Penyakit TBC sangat berbahaya dan bisa mematikan. Penyebab TBC adalah bakteri yang menyebar di udara melalui semburan air liur dari batuk atau bersin pengidap TBC. Nama bakteri tersebut adalah mycobacterium tuberculosis. “Dua bulan pertama pegidap TBC masih berpotensi menular. Jadi mereka harus diistirahatkan total,”kata Purwanti.

Banyak penderita penyakit TBC yang enggan melaporkan kasusnya ke Puskesmas maupun layanan kesehatan lain. Tidak jarang juga persepsi batuk merupakan penyakit ringan sehingga meski menderita batuk terus menerus tetapi tetap menganggap sebagai penyakit batuk biasa “Padahal TBC itu bisa sembuh asalkan rutin berobat enam bulan terus menerus,” jelas Efi.

Selain itu Keengganan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan TBC tersebut karena pada umumnya mereka khawatir vonis penyakit TBC bisa berdampak pada nasib pekerjaannya. Perusahaan akan memberhentikan dari tempatnya bekerja karena orang yang diketahui mengidap TBC memang harus istirahat panjang.

“Dua bulan pertama pegidap TBC masih berpotensi menular. Jadi mereka harus diistirahatkan total. Tapi perusahaan tempat ia bekerja tidak mau tahu dan mereka akhirnya diberhentikan,” katanya. (***)

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

36

Visitors today

8

Visits total

416,051

Visitors total

325,383

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta