Pemerintah Kota Surakarta
Jembatan Sabrang Wasis Waskita, Pertemukan Jebres dan Mojosongo
  March 25, 2017 14:13

Akses Kota Surakarta di bagian utara dengan Surakarta bagian selatan kian dipermudah dengan dibangunnya Jembatan Sabrang Wasis Waskita.  Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Jum’at (24/3/2017) meresmikan jembatan yang berada di atas Kali Anyar, yang selama ini memisahkan warga Kelurahan Jebres dengan Kelurahan Mojosongo tersebut.

“Salah satu fungsi jembatan ini adalah untuk yakni memperpendek jarak tempuh, sehingga aktivitas warga menjadi efisiensi, artinya tidak terlalubanyak mengeluarkan bahan bakar minyak, dan tentu saja akan menggerakkan perekonomian di kawasan sebelah utara,” kata wali kota.

Sebelum dibangun jembatan baru, warga yang berada di sisi utara Kali Anyar harus mengalmi jalan memutar yang cukup jauh. Jarak pemukiman warga di sebelh utara Kali Anyar sebenarnya hanya beberapa ratus meter dari Kampus UNS, salah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta. Namun karena selama ini hanya dihubungkan jembatan yang lebarnya tidak lebih dari 1 meter, warga harus memutar hingga jembatan Kandang Sapi.

Jembatan yang pembangunannya menghabiskan dana lebih dari Rp 7 miliar itu diberi nama Jembatan Wasis Wasikta. Jembatan sepanjang 36.7 meter dan lebar 12 meter ini menjadi satu-satu jembatan yang secara khusus diberi nama. Secara harfiah, nama Wasis Waskita nama tersebut mengandung arti agar orang pandai bersikap waspada. “Wasis artinya cerdas sedangkan waskita artinya waspada, jadi orang yang lewat jembatan ini diharapkan menjadi orang yang cerdas dan waspada,” jelas Wali Kota Rudyatmo.

Wilayah di sebelah utara Kali Anyar sebenarnya mulai berkembang. Banyak rumah kost yang dibangun di sekitar jembatan penghubung tersebut. Namun untuk mencapainya membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama karena harus mengambil jalan memutar. “Dengan adannya jembatan ini, mahasiswa yang kost di utara kali karena masih lebih murah tidak lagi harus muter dulu, tapi cukup menyeberang langsung kampus UNS ataupun ISI,” kata Endah.

Perbanyak Jembatan

Pada kesempatan tersebut, wali kota juga meminta agar DPU-PR memperbanyak pembangunan jembatan mengingat pentingnya jembatan dalam memperdek jarak dan waktu tempuh masyarakat. Wali Kota Rudyatmo mengatakan selain jembatan Wasis Waskito tersebut, di atas Kali Anyar juga masih perlu lagi dibangun jembatan baru lagi. Dia menunjuk titik di Kampung Debegan Mojosongo.

“Di Debegan itu juga perlu dibangun Jembatan baru agar bisa menghubungkan utara kali dengan selatan kali. Juga di daerah lain yang aksesnya masih belum lancar karena masalah jembatan, nanti kita bangun,” kata dia.

Wali kota mengakui biaya pembuatan jembatan memang tidak kecil karena satu jembatan membutuhkan biaya antara 6 miliar hingga 7 miliar. Namun menurut wali kota sebesar itu sebandingkan dengan manfaat yang diperoleh warga. “Tapi kan bisa memperpendek jarak tempuh, hemat BBM (bahan bakar minyak, Red) dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar wali kota.

Menurut Endah, DPU-PUR akan membangun dua jembatan baru lagi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi mengatakan, kawasan Ngipang dan Banyuanyar menjadi daerah yang diprioritaskan untuk dibuatkan jembatan. Pembuatan jembatan di daerah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Jembatan Komplang.

“Saat ini, kedua wilayah ini hanya  terhubung dengan jembatan Komplang. Nanti dibangun dua jembatan lagi di kawasan itu, agar arus lalu lintas tidak bertumpu di Komplang tetapi terurai di dua jembatan baru,” ujarnya.

 

 

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

425,984

Visitors total

331,050

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta