Jembatan Sabrang Wasis Waskita, Pertemukan Jebres dan Mojosongo
March 25, 2017 14:13
Awas Bahaya TBC di Sekitar Kita …!!!
March 26, 2017 17:12

Solo Earth Hour, Bentuk Kepedulian Perubahan Iklim Global

Menandai Earth Hours 2017,  Sabtu (25/3/2017) sejumlah lilin dinyalakan dan lampion-lampion diterbangkan ke langit Kota Surakarta. Penyalaan lilin dilakukan seusai Wakil Wali Kota Achmad Purnomo secara simbolis melakukan switch off atau mematikan listrik di kompleks Solo Paragon Mall tempat dilangsungkannya seremonial Earth Hours 2017.

Gerakan Earth Hours merupakan salah satu upaya penghematan listrik dan pengurangan panas bumi. Selama 60 menit, mulai pukul 20.30 WB masyarakat diajak untuk tidak menggunakan sumber energi listrik. Lampu-lampu penerangan dipadamkan. Benda-benda elektronik dicabut.

Sejak digagas pegiat lingkungan beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Surakarta memberikan dukungan penuh gerakan tersebut. Menurut Wakil Wali Kota Achmad Purnomo Earth Hour merupakan bentuk kepedulian atas perubahan iklim global, “Kita harus ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Earth Hour sebagai gerakan global hemat energi ini,” pesannya.

Shine a Light on Climate Actionfrom Moment to Movement, menjadi tema Earth Hour tahun ini. Panitia memilih mall sebagai lokasi seremonial karena pusat perbelanjaan merupakan tempat yang banyak menggunakan energi listrik. Di pusat perbelanjaan terbesar di Surakarta itu, 400 titik lampu total dipadamkan dan sebagai gantinya, para relawan dan pengunjung menyalakan lilin. “Hotel-hotel juga turut mendukung gerakan ini dengan tidak menyalakan lampu penerangan dari listrik,” kata Koordinator Earth Hour Solo, Ahmad Dhafir.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta mematikan lampu-lampu penerangan jalan di jalan-jalan utama seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ronggowarsito, dan Jalan Mayor Kusmanto. Loji Gandrung atau Rumah dinas Wali Kota Surakarta juga dipadamkan selama satu jam penuh. Kota Surakarta pun menjadi nampak gelap.

Sejumlah hotel juga turut berpartisipasi gerakan ini. Lampu-lampu penerangan di ruang lobi dan lorong kamar yang biasanya terang bendera menjadi remang-remang syahud diterangi nyala lilin. Memang tidak semua lampu di ruang hotel dipadamkan, seperti di lift dan kamar tetap mrenyala agar tidak menyusahkan tamu.

Selain dengan memadamkan listrik dan piranti elektronik, dalam acara peringatan Earth Hours juga diadakan kegiatan lain. Di Solo Paragon Mall, diadakan workshop pembuatan tas belanja yang nantinya digunakan sebagai plastik saat berbelanja. Panitia juga menyuguhkan pertunjukkan musuk campursari, Bimananada, tarian Red Batik, Gerkatin, Sa’unine Project, Harmony Amourest, Ecstatic, dan Blackvoodoo Dance Crew.

Perfomance memeringati Eart Hour2017 juga diadakan di Aston Hotel dengan suguhan atraksi fire bottle juggling dan fire dance.  Hotel Alila juga menyuguhkan performance music, dance, dan atraksi DJ di Agra Roof Top dengan penerangan lampu ultraviolet. Sementara di Gereja Katolik St. Antonius Purbayan menggelar wayang limbah Resik Eling (Resikling).

Pergelaran wayang sampah berdurasi 30 menit itu menyampaikan pesan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kebersihan serta merawat alam. Maria Karniati alias Biyung Nini yang menjadi dalang wayang sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *