Pemerintah Kota Surakarta
Sambut Jembatan Baru, Kawasan Tirtonadi Mulai Ditata
  March 29, 2018 08:45

Di sepanjang pagar pengaman Jembatan Tirtonadi sebelah barat telah terpasang pagar penutup proyek, sementara suara eskavator terdengar meraung di baliknya. Bergerak ke ujung utara jembatan terlihat bangunan yang telah dibongkar dan rata dengan tanah, pembongkaran ini dilakukan sebagai langkah persiapan menyambut wajah baru Jembatan Tirtonadi yang pembangunannya kini telah dimulai.

Menilik ke belakang, pembangunan Jembatan Tirtonadi dimaksudkan untuk megantisipasi kepadatan yang terjadi di seputar kawasan Tirtonadi yang mengarah ke Nusukan maupun  sebaliknya. Jembatan Tirtonadi akan dirancang menjadi dua untuk memperlancar arus lalu lintas yakni jembatan baru dan jembatan lama, nantinya jembatan ini akan memiliki 2 lajur ke utara dan 2 lajur ke selatan.

Pembangunan ini akan menambah lebar Jembatan Tirtonadi, penambahan lebar muka jembatan dikuti dengan penambahan lebar akses jalan. Hal ini akan berdampak pada kawasan sekitar jembatan. Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Surakarta, Joko Supriyanto, Rabu (28/03) mengatakan puluhan bangunan di utara Jembatan Tirtonadi mesti dibongkar karena menempati lahan yang diperlukan untuk pelebaran jalan akses jembatan baru Tirtonadi.

Sebanyak 22 bangunan berdiri diatas tanah negara di tepi Jalan Piere Tendean dan Jalan Popda, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai lapak PKL dan markas organisasi masyarakat akan dibongkar karena terkena dampak proyek pembangunan Jembatan Tirtonadi. “Kami meminta pengertian dari para PKL serta masyarakat yang masih menempati bangunan di atas tanah negara tersebut untuk segera pindah,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Tirtonadi yang baru merupakan salah satu proyek strategis untuk mengantisipasi kemacetan, untuk itu Joko mengimbau agar para PKL bisa turut serta mendukung pelaksanaan proyek pembangunan ini demi kepentingan umum. “Bangunan serta lapak PKL di utara jembatan harus bersih. Mulai dari konter handphone di Jalan Popda hingga PKL di Jalan Piere Tendean harus dibongkar semua karena ada pembangunan jembatan baru di sisi barat jembatan yang ada sekarang,” kata Joko.

Namun demikian Pemkot akan memberikan solusi bagi PKL yang terkena imbas pembangunan Jembatan Tirtonadi. “Pemkot jelas tidak akan lepas tangan dalam menangani kelompok masyarakat yang terdampak proyek pembangunan jembatan baru Tirtonadi. Dinas Perdagangan Surakarta bakal memfasilitasi para PKL ber-KTP Surakarta yang terkena dampak proyek untuk bisa pindah berjualan di selter atau pasar resmi milik Pemkot,” lanjut Joko.

Meski saat ini kondisi jembatan tidak terlalu prima untuk menampung pengguna kendaraan bermotor yang terus bertambah tiap harinya, masyarakat diimbau untuk bersabar karena nantinya setelah jembatan ini rampung dikerjakan, kapasitas tampungannya akan meningkat dua kali lipat dari kondisi yang sekarang. Pembangunan ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat memperoleh akses jalan yang layak, serta sebagai sarana penunjang pembangunan kawasan Solo bagian utara, sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Pemkot Surakarta.

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

302

Visitors today

197

Visits total

363,868

Visitors total

285,232

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta