Taman Monumen 45 Banjarsari Tampak Cantik

Salah satu ikon publik di Kota Solo yang terletak di wilayah Banjarsari yakni Taman Monumen 45 Banjarsari kini nampak terlihat cantik. Terlihat, dengan adanya penataan taman tersebut kini begitu rapi dan bersih. Ini menunjukkan konsentrasi Pemerintah Kota dalam menambah ruang terbuka untuk publik dan ruang terbuka hijau.

Bukan hanya ditata tetapi juga dilengkapi dengan air mancur, jalur pedestrian, penghijauan hutan kota. Taman Monjari dibagi empat segmen menjadi arena olahraga, taman bermain, tempat kebugaran, dan hutan kota.

Taman ini dapat digunakan tidak sekedar untuk bersantai namun juga untuk berolahraga. Dengan perbaikan taman ini, sudah menjadi tugas kita untuk menjaga dan melestarikan, dengan menjaga kebersihan, tidak buang sampah sembarangan, dan jangan mencorat coret ruang publik tersebut. Mari kita lestarikan hutan kota kita.

Monumen 45 merupakan sebuah monumen yang dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah di kota Solo,yaitu Serangan Umum Empat Hari yang terjadi pada tanggal 7-10 Agustus 1949. Monumen ini didirikan di Taman Banjarsari dimana serangan tersebut terjadi. Pengagas serangan tersebut adalah Letkol Slamet Riyadi dan rekannya Mayor Ahmadi yang kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional.

Monumen 45 Banjarsari di bangun Pemerintah Kota Surakarta pada tanggal 31 Oktober 1973 guna mengenang perjuangan rakyat Solo pada peristiwa pertempuran melawan Belanda. Setelah tiga tahun pembangunan, Monumen 45 Banjarsari di resmikan oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu Soepardjo Roestam pada tanggal 10 November 1976, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Banyak hal yang dapat diulas dari Monumen 45 Banjarsari. Sebelum melihat dari dekat Monumen 45 Banjarsari,ada gerbang yang dibangun menyerupai gerbang Kraton Kasunanan. Gerbang ini adalah pintu masuk Taman Banjarsari dimana monumen ini dibangun ditengahnya. Monumen 45 dibangun dengan patung dua pejuang, yaitu Ulama Pejuang dengan membawa keris dan Pejuang Rakyat Jelata yang membawa bambu runcing,pemandangan ini tampak dari sisi sebelah utara.

Tugu Monumen 45 berbentuk atap rumah Joglo dan berketinggian 17 m,melambangkan hari kemerdekaan RI. Sedangkan disisi sebelah selatan dibangun tiga patung pejuang,yaitu Prajurit,Pemuda Pejuang,dan Wanita yang membawa bakul (tempat nasi) dan obat-obatan. Diatasnya terdapat simbol Garuda Pancasila didalam tugu. Selain itu disisi ini juga dibangun tangga naik dimana kita bisa melihat deretan relief yang dibuat melingkari tugu. Relief-relief ini menceritakan tentang rangkaian kejadian penting perjuangan rakyat Solo sejak perang kemerdekaan hingga Orde Baru.

Disisi sebelah selatan Monumen 45 Banjarsari yang juga menjadi gerbang pintu masuk Taman Banjarsari terdapat tulisan Villa Park Banjarsari. Monumen 45 Banjarsari ini persisnya terletak di Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari. Taman ini sangat dekat dengan Pasar Legi. Kearah barat,monumen ini sangat dekat dengan Stasiun Balapan,sedangkan kearah selatan menuju kawasan Mangkunegaran. Kearah utara menuju Terminal Tirtonadi.

Sebelum masa pemerintahan Jokowi, Monumen 45 Banjarsari terbengkalai selama bertahun-tahun. Bahkan disebelah barat monumen ini dulu terdapat sederet pedagang yang menjadikannya sebagai Pasar Barang Bekas dan terkenal dengan nama Pasar Klithikan. Aktivitas ini dirasa merusak fungsi Monumen 45 Banjarsari sebagai taman kota.

Akhirnya pada tahun 2006, Walikota Jokowi mengembalikan fungsi Monumen 45 Banjarsari seperti sediakala sebagai tempat rekreasi warga Solo. Para pedagang Pasar Barang Bekas di area ini direlokasikan ke daerah Semanggi dengan nama baru yaitu Pasar Klitikan Notoharjo.

Dengan adanya pemeliharaan yang baik dari Pemerintah Kota, semoga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai wahana edukasi sejarah sekaligus sebagai area publik untuk berolahraga dan berekreasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This