Pemkot Surakarta Beri Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Suryanto

PENGHORMATAN TERAKHIR--Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surakarta saat memberikan penghormatan terakhir pada jenazah mantan Walikota Surakarta periode 2000-2005, Slamet Suryanto di Pendapi Gede komplek Balaikota Surakarta, Rabu (4/4/2018).

Hening, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di Pendapi Balai Kota Rabu (04/04) siang. Hari ini Pendapi Balai Kota akan digunakan sebagai tempat penghormatan terkahir kepada Wali Kota Surakarta periode 2000-2005, Slamet Suryanto, sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Wali Kota Surakarta ke-15 ini meninggal dunia hari Selasa sekitar pukul 19.00 WIB di kediamannya.

Sejak tahun 2010 almarhum telah berjuang melawan penyakit stroke yang diderita, hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir di usia 73 tahun di kediaman pribadinya; Kutilang 4 No. 39, Cinderejo Kidul RT 01 RW 08 Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Kepergiannya meninggalkan seorang istri Endang Wimalasari Dyah Nuswantara Wijayanti dan juga tiga orang anak yakni Intan Permata Kartika Sari, Sekti Wibowo dan Dyah Ayu Purnama Sari.

Jenasah almarhum sampai di Pendapi Balai Kota pukul 13.00 WIB dan disambut langsung oleh Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, Sekda Kota Surakarta, jajaran Muspida, pimpinan OPD, beserta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Dalam acara penghormatan terakhir ini, Pak Wali secara langsung memberikan surat kematian kepada istri almarhum. Sebelum meninggalkan Balai Kota, jenasah terlebih dahulu di sholatkan di Masjid Baitul Hikmah, komplek Balai Kota Surakarta dan kemudian dibawa untuk dimakamkan di TPU Bonoloyo, Banjarsari, Solo.

Sosok kelahiran 1 November 1944 ini pernah mengenyam pendidikan di IKIP Negeri Surakarta tahun 1970, dia juga sempat menjalani pendidikan Lemhannas tahun 2001 di Jakarta. Sementara untuk riwayat jabatan dan organisasi, almarhum tercatat pernah menjadi ketua Bakorcam PDI Kecamatan Banjarsari (1980-1985), anggota DPRD Kota Surakarta (1985-1990), Ketua DPC PDI Perjuangan (1999-2005).

Karir politiknya terbilang lancar, setelah satu tahun menjabat Anggota DPR RI (1999-2000), almarhum maju mencalonkan diri menjadi Wali Kota Surakarta bersama J. Suprapto sebagai wakil dan terpilih untuk periode jabatan (2000-2005) menggantikan Wali Kota Surakarta terdahulu, Imam Soetopo.

Tidak dipungkiri, Slamet Suryanto adalah sosok di balik beberapa pembangunan yang ada di Kota Surakarta pada masa kepemimpinannya, seperti itulah yang dikatakan Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo ketika ditanya mengenai almarhum. “Almarhum juga telah banyak berjasa bagi kota Solo. Seperti membangun Balai Kota Surakarta, kantor DPRD hingga Pasar Gede,” jelas F.X. Rudy.

Pak Wali menambahkan, beliau adalah sosok yang gigih dalam membela kebenaran ketika terjadi reformasi di Indonesia, khususnya di Kota Solo. “Beliau sosok pejuang keras di era reformasi. Tentu nilai yang bisa diambil, dari sisi keberanian, kedisiplinannya, tekad serta perjuangannya patut dicontoh dan bisa menjadi semangat bagi masyarakat kota Solo,” tutup F.X. Rudy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This