(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

04-03-2026

WIB

Vinta

02-03-2026

 20:28:46 WIB
Imlek 2577 di Solo, Momentum Perkuat Persatuan dalam Keberagaman
Icon

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang diselenggarakan oleh Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kota Solo bersama Yayasan Tripusaka Indonesia di Wisma Boga Solo Baru, Senin (2/3). Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap umat Konghucu yang merayakan Imlek di Kota Bengawan.

Kedatangan Astrid disambut meriah dengan atraksi barongsai. Dentuman tambur berpadu dengan gerakan lincah barongsai mengiringi langkahnya memasuki lokasi acara. Suasana hangat dan penuh sukacita tampak dari sambutan keluarga besar umat Konghucu serta para tamu undangan yang hadir.

Sejumlah tokoh turut menghadiri perayaan tersebut, di antaranya Ketua MAKIN Kota Solo Henry Susanto, Ketua FKUB Kota Surakarta Mashuri, Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, serta Ketua Panitia Cynthia Rosaline. Kehadiran berbagai unsur tokoh agama dan masyarakat itu semakin menegaskan semangat kebersamaan dalam perayaan Imlek tahun ini.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan bahwa perayaan Imlek menjadi cerminan nyata wajah Kota Surakarta yang menjunjung tinggi toleransi dan nilai kekeluargaan. Menurutnya, Solo terus menunjukkan komitmen sebagai kota inklusif, di mana seluruh warga dapat merayakan tradisi dan keyakinannya dengan aman dan nyaman.

“Perayaan ini menunjukkan bahwa Solo adalah kota yang penuh toleransi dan kekeluargaan. Kita bisa melihat komitmen kuat Kota Solo sebagai kota inklusif, di mana seluruh warga dapat merayakan tradisinya dengan aman dan nyaman,” ujar Astrid.

Ia juga menyoroti rangkaian perayaan Imlek di Solo yang berlangsung cukup panjang tahun ini, mulai dari Grebeg Sudiro hingga berbagai agenda budaya lainnya. Bahkan, Solo menjadi salah satu dari delapan kota di Indonesia yang diundang dalam perayaan Imlek nasional 2026 melalui Festival Imlek Harmoni Nusantara tingkat nasional yang diluncurkan di Jakarta pada awal Februari lalu.

Pada kesempatan tersebut, Solo mendapat kehormatan untuk menampilkan kesenian daerah sebagai representasi harmoni budaya. Astrid menyebut kepercayaan itu sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus merawat keberagaman.

“Kami bangga Solo dipercaya mewakili dan tampil di tingkat nasional. Ini bukan hanya soal perayaan, tetapi tentang bagaimana Solo terus menjaga harmoni dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan,” imbuhnya.

Menurut Astrid, perayaan lintas budaya seperti Imlek menjadi bukti bahwa Solo tidak hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga sebagai kota yang mampu memelihara keberagaman dalam suasana persaudaraan dan saling menghormati.