Surakarta Awali Pawai Obor Asian Para Games 2018
September 6, 2018 10:06
Berkat Sila KIA, Dana Pendidikan Anak Lebih Terjamin
September 14, 2018 09:24

Kolam Keceh TSTJ Siap Bikin Anak-anak Bahagia

Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kolam keceh di kompleks Taman Satwa Taru Jurug, Kamis (6/9/2018)

Sejak dioperasikannya Taman Pelangi pada akhir 2017, pengembangan kawasan konservasi fauna Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kian nyata dan TSTJ kini lebih dari sekadar kebun binatang.

Tanpa mengesampingkan aspek pelestarian hewan yang menjadi fungsi utama TSTJ, manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) TSTJ terus mengembangkan sisi komersial guna melengkapi fasilitas bagi para pengunjung. Saat ini, pembangunan kolam keceh dan kolam tangkap ikan tengah disiapkan sebagai bagian dari pengembangan tersebut.

”Kolam itu dibangun di lahan komersial seluas 3.500 meter persegi. Pembangunan kolam keceh ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan nota kesepahaman kami dengan Universitas Tunas Pembangunan (UTP). Targetnya 22 Desember 2018 mendatang sudah bisa dibuka bagi pengunjung,” ungkap Direktur Utama Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso.

Kolam keceh itu bakal dibangun seluas 500 meter persegi dan berkedalaman sekitar 60 cm. Adapun kolam tangkap ikan dibangun seluas 350 meter persegi, dengan kedalaman berkisar 40-50 cm.

Rektor UTP Tresna Priyana Soemardi mengklaim, kolam keceh merupakan sarana edukasi yang tepat bagi pengunjung belia TSTJ. ”Sejak kecil, bahkan mulai dari kandungan, anak-anak sudah terbiasa bermain air. Saat usia dini, air menjadi media yang membuat mereka bahagia. Air juga menjadi media yang cocok untuk mengeksplorasi motorik maupun imajinasi anak-anak,” papar Tresna.

UTP pun tak ragu mengucurkan investasi sekitar Rp 4,2 miliar, guna membangun wahana rekreasi baru tersebut. Bagi Tresna, kerjasama dengan Perumda itu merupakan manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi yakni penelitian, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Apalagi kolam keceh juga bisa dimanfaatkan sebagai laboratorium maupun teaching industry UTP, yang relevan dengan kebutuhan khalayak.

Kolam keceh dan kolam tangkap ikan akan dilengkapi fasilitas permainan edukatif lain, yakni wahana agro yang mengenalkan bibit tanaman dan cara menanam, panggung mini (mini stage) sebagai lokasi sosialisasi pengunjung, hingga rumah kurcaci.

”Kami harap kemitraan usaha antara UTP dan TSTJ bisa memberikan dampak positif dan luas bagi masyarakat, khususnya generasi usia dini dan keluarga-keluarga di Solo,” imbuh Tresna.

Tak sebatas mendidik anak-anak, kolam itu bahkan diyakini mampu mendongkrak jumlah pengunjung TSTJ. Pengelola kebun di ujung timur Kota Solo itu optimistis, jumlah pengunjung bisa bertambah hingga 200.000 orang pada tahun pertama operasional kolam keceh. Merujuk data pengelola, sejak Januari-September 2018 TSTJ telah didatangi sekitar 360.000 pengunjung.

”Jadi kami targetkan total pengunjung Jurug Solo Zoo (sebutan lain TSTJ) selama Desember 2018-Desember 2019 bisa 500.000 orang,” tandas Bimo.

Peletakkan batu pertama pembangunan kolam keceh itu sudah dilakukan Perumda TSTJ bersama civitas akademika UTP dan Pemkot Surakarta. Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Achmad Purnomo ingin agar TSTJ berikut seluruh wahananya bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.

”Untuk kolam keceh, kami menekankan kepada pengelola agar mereka benar-benar memperhatikan pemeliharaan dan kebersihan air kolam. Apalagi segmen wahana itu adalah anak-anak. Jadi kebersihan air adalah hal yang utama,” tegas Wawali. (**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *