Pemerintah Kota Surakarta
“Ngreksa Ban Kempes” Jadi Solusi Roda Bocor
  December 12, 2018 11:23

Semakin lama, hidup di Kota Solo memang kian nyaman. Roda kendaraan bocor pun tak perlu susah mencari bengkel. Sebab mulai 10 Desember 2018, pengendara yang bernasib apes lantaran roda kendaraannya berlubang tinggal menghubungi penyedia jasa tambal ban berbasis daring, yang diluncurkan Pemkot Surakarta dengan nama Ngreksa Ban Kempes.

Penambal ban online itu dilengkapi motor beroda tiga, sehingga mampu menghampiri siapapun yang membutuhkan jasa mereka. Kendaraan itu didesain mampu mengangkut berbagai piranti pendukung, termasuk tabung kompresor yang digunakan sebagai pengisi angin roda kendaraan.

Dalam tahap pertama, sebanyak enam motor bantuan dari sebuah perusahaan swasta itu bakal dioperasikan di lima wilayah kecamatan. Sebanyak empat motor diantaranya sudah terkoneksi dengan aplikasi Solo Destination. “Sisanya segera dihubungkan dan saat ini masih dalam proses penyesuaian teknis,” kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Taufan Redina, jika membutuhkan jasa Ngreksa Ban Kempes pengendara tinggal masuk ke menu Fasilitas Publik setelah ban kendaraan mereka bocor. Selanjutnya tinggal memilih menu Tambal Ban.

Lantas dalam layar aplikasi akan terpampang peta digital, yang menunjukkan keberadaan penyedia jasa tersebut berikut nomor kontak masing-masing tukang tambal. “Pengguna tinggal memilih tambal ban terdekat lalu meneleponnya. Lokasi tukang tambal ban ini bisa terdeteksi melalui Solo Desination, karena motor sudah dilengkapi Global Positioning System (GPS).”

Tidak ada patokan tarif atas jasa Ngreksa Ban Kempes. Ongkos servis diserahkan kepada masing-masing tukang tambal. Meski demikian, para penambal tidak akan menerapkan tarif yang berbeda jauh dibandingkan jasa tambal ban konvensional.

Seluruh kendaraan tersebut dibagikan Pemkot kepada enam tukang tambal secara cuma-cuma. Pemkot hanya mewajibkan mereka rutin menabung di Bank Solo setiap bulan, dengan setoran minimal Rp 750.000. Seluruh uang simpanan itu tidak diambil Pemkot, melainkan untuk keperluan pemilik rekening.

“Kalau tidak rutin menabung, maka kami akan memberikan surat peringatan kepada tukang tambalnya. Kalau sudah mendapatkan surat peringatan ketiga, maka motor akan ditarik kembali oleh Pemkot,” tegas Wali Kota.

Kewajiban menyisihkan uang bulanan tersebut, imbuh Wali Kota yang biasa disapa Rudy ini, dimaksudkan sebagai upaya mendidik penerima bantuan agar gemar menabung. Apalagi bagi Pemkot, Ngreksa Ban Kempes memang lebih dari sekadar gagah-gagahan  maupun latah teknologi. Sebaliknya, ada tujuan besar di balik program tersebut.

“Ini menjadi bagian dari penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Solo. Kami berharap, perlengkapan tambal ban nantinya bisa selalu dibawa pulang dan tidak membuat jalanan kota terlihat kotor. Jadi tidak ada lagi emplek-emplek di pinggir jalan, yang menimbulkan kesan kumuh,” tandas Rudy.

Asa baru akan peningkatan kesejahteraan pun digantungkan sejumlah penambal ban, yang mendapatkan hibah motor tersebut. Japi Nugroho misalnya, mengaku siap melayani panggilan selama 24 jam nonsetop. Bantuan motor itu akan dimanfaatkannya untuk menggantikan lapak tambal ban yang sebelumnya didirikan di city walk Jalan Slamet Riyadi.

Pun halnya dengan tukang tambal ban lain yang juga menerima bantuan serupa, yakni Agung Priyo Utomo. “Sekarang saya siap menerima order keliling,” tutur warga Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari, yang sudah 15 tahun terakhir mangkal menggunakan gerobak di Jalan Pemuda ini. (**)

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

17

Visitors today

15

Visits total

425,201

Visitors total

330,588

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta