Pemerintah Kota Surakarta
“Waras Bareng” di HUT Ke-9 CFD
  July 15, 2019 09:30

Gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi kian eksis. Ajang hari bebas kendaraan bermotor yang berlangsung empat jam setiap Minggu pagi itu, makin mendapatkan tempat di hati khalayak.

Tengok saja bagaimana warga Solo dan sekitarnya memadati area CFD, untuk berolahraga, bercengkerama, maupun sekadar bersantai ria. Setiap awal pekan, kegiatan itu selalu terselenggara. Hanya arus mudik dan balik hari raya dan momentum penting tertentu, yang bisa meniadakannya.

Lokasi yang dipilih, yakni Jalan Slamet Riyadi, pun terbilang tepat. Ruas jalan protokol sekaligus wajah Kota Bengawan itu setiap hari dipadati lalu-lalang kendaraan bermotor, yang notabene memproduksi zat polutan perusak kualitas udara.

Ya, sejak awal Pemkot Surakarta memang merancang CFD Jalan Slamet Riyadi untuk berbagai keperluan. Sebagai lokasi olahraga, ajang interaksi warga, hingga tempat kegiatan seni budaya. Intinya, kegiatan tersebut selaras dengan tujuan utama CFD, yakni kampanye pengurangan emisi gas buang dari asap kendaraan.

Karenanya tidak mengherankan, manakala Pemkot menganggap CFD begitu spesial. Demikian pula dengan HUT ke-9 CFD yang dirayakan Minggu (14/7).

Senam massal bertajuk “Senam Pagi Indonesia” sengaja digelar Pemkot dengan melibatkan 9.000 peserta. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, tamu undangan, pelajar, dan masyarakat.

“Kami berharap melalui senam massal ini, masyarakat Kota Solo tetap sehat. Baik sehat berpikir, sehat berbicara dan sehat bertindak,” tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Sehat, bagi Wali Kota, merupakan hal penting. Apalagi sehat (dalam bahasa Jawa disebut waras) juga menjadi salah satu misi Pemkot, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2022. “Senam Pagi Indonesia” pun membuktikan ribuan warga telah “waras bareng” lantaran berolahraga bersama, seraya mengikuti gerakan-gerakan yang dicontohkan para instruktur.

“Kami pun berharap agar CFD bisa menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat ke depannya,” imbuh Wali Kota.

Berbaurnya para peserta senam dari berbagai kalangan, dinilai Wali Kota, juga menyimbolkan persatuan rakyat. Bagi Rudy, sapaan akrab Wali Kota, guyubnya ribuan warga itu melambangkan persatuan rakyat Indonesia yang sempat terpecah akibat Pemilu 2019. HUT CFD dan Senam Pagi Indonesia, disebut Rudy, adalah bagian dari perayaan kembali persatuan rakyat tersebut.

Di luar itu, senam massal tersebut makin mengukuhkan pamor CFD sebagai lokasi bebas asap kendaraan bermotor yang menyehatkan para pengunjungnya. “Panjang lokasi Senam Pagi Indonesia ini adalah 3,5 km. Para peserta dibagi ke dalam enam baris, dan dipandu 60 instruktur,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno.

Meski mundur dari jadwal, lantaran biasanya HUT CFD dirayakan setiap hari Minggu terakhir bulan Mei, senam massal itu tetap berlangsung meriah. “Ada beberapa macam senam, yakni Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) Jadoel, Gemu Famire, Poco-poco, dan Senam Indonesia Pusaka.”

Selaku instansi yang bertanggungjawab dengan pelaksanaan CFD, Dishub pun bertekad memperbaiki kualitas event tersebut. Betapapun CFD sudah menjadi salah satu ruang publik terbesar di Kota Solo, sejak diluncurkan pertama kali pada 31 Mei 2010.

Tantangan terbesar dalam setiap penyelenggaraan CFD, menurut Hari, adalah para pengendara yang kerap nyelonong ke Jalan Slamet Riyadi. “Sampai sekarang masih banyak pengguna kendaraan yang nekat melintas di area CFD. Petugas kami pun harus selalu siaga untuk menghalau para pelanggar ini,” terang dia. (**)

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

2

Visitors today

1

Visits total

425,986

Visitors total

331,051

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta