Pemerintah Kota Surakarta
SBC XII Bakal Libatkan 11 Negara ASEAN
  July 14, 2019 21:21

Tidak bisa dipungkiri, Solo Batik Carnival (SBC) adalah salah satu ikon pariwisata Kota Bengawan. Mengangkat kreasi batik sebagai kekayaan budaya lokal yang berpadu dengan karnaval, event tersebut selalu diselenggarakan tiap tahun dan sukses menyedot perhatian khalayak.

Ini dibuktikan dengan berjubelnya penonton, manakala para peserta SBC melangsungkan kirab menyusuri jalan-jalan protokol setahun sekali. Aneka kostum nan megah tentu mengundang ketertarikan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya, sekaligus melambangkan kreativitas dalam menampilkan kain batik dalam wujud kostum karnaval. Bukan sebatas pakaian yang itu-itu saja.

Tahun ini, Yayasan SBC pun kembali menyiapkan karnaval serupa untuk menyemarakkan event pariwisata Solo. Bahkan penyelenggara menjanjikan sesuatu yang berbeda dibanding event sejenis tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Yayasan SBC, Susanto, menerangkan bahwa SBC XII bakal melibatkan peserta dari 11 negara anggota Asean. Termasuk Indonesia.

“Kami mengambil tema Suvarna Bhumi the Golden of Asean,” ungkap Susanto.

Selain Indonesia, negara-negara yang akan bergabung dalam kemeriahan SBC XII tahun ini adalah Filipina, Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, Laos, serta Vietnam. “Ini saatnya SBC XII menjadi daya tarik pariwisata, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.”

Tema Suvarna Bhuni the Golden of Asean pun diartikan penyelenggara sebagai Negara Emas. Makna itu selaras dengan keinginan berbagai pihak, agar SBC mulai go-internasional.

“Kami ingin SBC bisa berharga dan dicari banyak orang. Tidak hanya diminati masyarakat lokal, namun juga internasional,” tandas Susanto.

Ia bahkan menjanjikan, nuansa negara-negara peserta defile akan terlihat dari kostum masing-masing peserta. Setiap delegasi dipersilakan menampilkan karakter khas negara mereka, dalam kostum karnaval.

“Tentunya kostum tersebut memakai motif dasar batik yang megah. Nanti bisa dilihat para peserta beradu kreatif dalam menampilkan desain kostum mereka,” papar Susanto.

Seraya menyebut beberapa contoh, seperti delegasi Malaysia yang akan menampilkan kostum menara kembar Petronas atau delegasi Thailand yang berencana memamerkan karakter gajah, Susanto pun mempersilakan khalayak menyaksikan keindahan SBC yang digelar 27 Juli tersebut. Rute karnaval dimulai dari Jalan Bhayangkara hingga Balai Kota Surakarta.

“Para peserta dari Solo sudah mengikuti workshop selama empat bulan. Workshop ini merupakan salah satu kekuatan SBC, untuk melibatkan masyarakat dalam setiap penyelenggaraan karnaval. Jadi para penampil SBC adalah mereka yang mendesain kostum sendiri, dengan dibantu instruktur,” jelas Susanto.

Pengurus Yayasan SBC Lia Imelda menambahkan, sejatinya SBC sudah digelar di luar negeri belum lama ini. “Kemarin kami diundang KBRI Laos untuk tampil dalam perayaan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Laos. Di sana kostum SBC mengundang rasa kagum penonton, karena busana peserta tetap cantik meski tetap berbalut kain batik. Jadi kreasi batik ini tetap menjadi daya tarik yang membedakannya dengan pakaian batik biasa,” beber Lia.

Pemkot pun berharap banyak agar SBC XII bisa mempopulerkan Solo sebagai destinasi pariwisata di Indonesia. “Kami ingin pamor pariwisata di Solo kian terangkat, sesuai keinginan kami untuk menunjukkan Solo adalah kota kreatif seni pertunjukan,” tandas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Pernyataan tendensius orang nomor satu di Kota Solo itu kiranya wajar, bila menilik fakta bahwa Solo baru saja meraih predikat sebagai Kota Kreatif 2019 untuk subsektor seni pertunjukan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Demikian pula dengan pementasan delegasi SBC di Singapura dan Amerika Serikat, sebelum diundang tampil di Laos.

“Jadi pada masa mendatang, kami ingin agar Solo kian terkenal di luar negeri sebagai destinasi wisata Indonesia. Selama ini wisatawan masih menyebut Bali jika bicara soal itu,” papar Rudy, demikian Wali Kota biasa disapa.

Kepala Dinas Pariwisata Hasta Gunawan juga berharap, SBC mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Bengawan. Apalagi SBC disebutnya menjadi top 100 event pariwisata nasional di Indonesia. (**)

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

25

Visitors today

15

Visits total

425,321

Visitors total

330,661

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta