Win-win Solution di City Walk
December 13, 2019 20:59
19 Instansi Antre Masuk MPP
December 16, 2019 20:39

Mendorong Inovasi OPD

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot berfoto bersama usai penyerahan Piagam Penghargaan Top 10 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah 2019 di Semarang

Memasuki pengujung 2019, Pemkot Surakarta kembali mendapatkan kado manis. Penataan birokrasi dan terobosan pelayanan publik yang sudah dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Bengawan, diganjar penghargaan oleh Pemprov Jawa Tengah.

Tidak hanya satu penghargaan. Kepergian rombongan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo ke ibu kota provinsi guna menghadiri seremoni pemberian apresiasi itu, Rabu (11/12), membawa pulang lima penghargaan sekaligus. Tiga untuk Pemkot, dua untuk OPD.

Pemkot menyabet penghargaan untuk penilaian implementasi reformasi birokrasi, adapun Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) memperoleh acungan jempol atas sistem pembayaran pajak daerah secara online yang diterapkannya selama dua tahun terakhir. Tidak ketinggalan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapi) diapresiasi Pemprov atas terobosan pelayanan administrasi kependudukan melalui program Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian (Besuk Kiamat).

“Pemkot mendapatkan juara umum terkait pelaksanaan reformasi birokrasi. Besuk Kiamat dapat Top 20 inovasi pelayanan publik. Ini mengulang raihan tahun lalu, di mana saat itu program Kartu Insentif Anak (KIA) juga mendapatkan penghargaan,” terang Wali Kota.

Prestasi Dispendukcapil di tingkat provinsi tersebut seolah melengkapi predikat Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik kategori Pelayanan Prima tahun 2019, yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) sebulan sebelumnya.

Kepala Dispendukcapil, Yohanes Pramono, menerangkan bahwa Besuk Kiamat memang salah satu inovasi andalan OPD tersebut. Memudahkan warga yang kesripahan untuk memperbarui berkas-berkas kependudukan mereka, program tersebut memang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh khalayak.

“Tahun depan kami coba mengikutsertakan Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi (Sapu Kuwat) dalam penilaian serupa, karena program itu genap berusia dua tahun,” imbuh Wali Kota.

Masuknya Sistem Bayar Pajak Online (Si Bapak On) sebagai Top 10 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019, Kepala BPPKAD Yosca Herman Soedradjad mengaku kian termotivasi mengembangkan layanan tersebut. Dengan menyematkan nama baru, yakni Online Pembayaran Pajak Solo Destination (EPPSON), sistem pembayaran pajak daerah itu akan terus disempurnakan dari berbagai sisi.

“Kami tetap menginginkan agar pelayanan selalu mudah, cepat, transparan dan akuntabel. Kerjasama pembayaran pajak secara online yang saat ini baru dilayani empat bank, sebisa mungkin dikerjasamakan dengan seluruh bank umum dan swasta di Solo. Sistem pembayaran juga ingin ditingkatkan, tidak sebatas mobile banking, SMS banking atau transfer lewat ATM. Kemudian sistem pelaporan juga ingin kami perbarui, misalnya menggunakan gateway,” paparnya.

Herman mengungkapkan, EPPSON dianggap tim penilai Pemprov sangat memanjakan wajib pajak. “Sistem pembayaran pajak online ini dikategorikan sebagai metode pembayaran yang paling cepat dan paling mudah. Kalau sudah lancar login di aplikasi Solo Destination, hanya butuh waktu sekitar lima menit. Bahkan jika tidak hapal Nomor Objek Pajak (NOP), waktu pembayaran hanya butuh sekitar 10 menit karena sistem harus menampilkan data objek pajak terlebih dahulu,” papar dia.

Sama halnya Dispendukcapil, BPPKAD pun seakan menjadikan penghargaan dari Pemprov tersebut sebagai pelengkap Penghargaan Zona Integritas Unit Kerja Menuju Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2019 yang diberikan Kemen PANRB pada Selasa (10/12). Sebagai bagian dari 10 besar inovasi pelayanan publik tahun ini, Pemprov akan mengikutsertakan EPPSON dalam penilaian serupa tingkat nasional.

“Jadi kalau dihitung-hitung, sejak awal tahun penghargaan yang kami terima sudah ada 100 buah. Memang tidak semuanya terpublikasi, karena yang paling banyak mendapatkan penghargaan itu temen-temen (OPD),” kata Wali Kota.

Pemkot pun memilih tidak jemawa dalam menyikapi keberhasilan demi keberhasilan tersebut. “Penghargaan-penghargaan itu kan untuk memotivasi OPD. Dapat penghargaan, meminimalkan penyimpangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan itu adalah bagian dari prestasi temen-temen. Kami hanya mendorong dan memfasilitasi setiap OPD untuk bekerja lebih baik lagi,” tandas Rudy, sapaan akrab Wali Kota. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *