Hadiri Launching Kartu Multi Trip Edisi Khusus Solo, Gibran Rakabuming Harapkan Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
April 8, 2021 14:08
Pemerintah Kota Surakarta Tandatangani Mou Kerjasama Dengan Gojek, Dalam Rangka Implementasi Program TPAKD Kota Surakarta
April 8, 2021 16:56

Dewan Mediasi Fasilitasi FKUB Surakarta Dikukuhkan, Wawali Minta Tokoh Lintas Agama Buat Solo Semakin Nyaman

SURAKARTA – Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa mengukuhkan Dewan Mediasi dan Fasilitasi FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama) Surakarta, di Hotel Grand Sae Surakarta, Kamis (8/4/2021).

Dengan dikukuhkannya DMF tersebut, Teguh mengharapkan FKUB Surakarta benar – benar bisa berperan untuk menyelesaikan permasalahan antar umat beragama di Kota Surakarta. Khususnya konflik pendirian rumah ibadah dan adanya gesekan berbau agama.

“Dengan terbentuknya tim ini saya yakin tokoh spesialis yg ditunjuk menjadi corong mediasi bisa menyeleaaikan peekara yang timbul karena selain punya kapabilitas juga disegani. Jangan sampai Solo yang nyaman dan dua kali diberi predikat Kota Ternyaman di Indonesia hanya lip service. Kondusifitas salah satunya berasal dari sikap hormat menghormati antar pemeluk agama bisa terjaga dan semakin berkualitas,” terangnya.

“Saya apresiasi seluruh jajaran FKUB. Mari kita bekerja sama. Peran pemerintah mendorong dan menguatkan agar FKUB di lapangan bisa menjakankan tugas dengan baik,” imbuh Wawali.

 Dalam dialog yang dimoderatori Kepala Kemenag Surakarta, Mustain Ahmad, salah satu peserta anggota FKUB Surakarta, Al. Munawar mengatakan agar dalam bulan puasa Ramadhan 1442 H,  jangan sampai jumlah penderita Covid 19 naik lagi.

“Perlu pengawasan dan kontrol saat ini dengan kondisi sudahmulai baik jangan sampai ibadah puasa malah menjadi sumber penularan baru,” katanya.

Sementara, Arif Absori mengemukakan, divisi mediasi ini untuk membantu apabila ada masalah di lapangan. Setelah 6 hari dilatih dalam hal mediasi dan fasilitasi untuk menyelesaikan konflik keagamaan diharapkan.

“Ke depannya divisi ini bisa berperan nyata dalam tugasnya. Sumbangsih dalam mengawal Solo yang nyaman dan kondusif diyakini mampu dijalankan karena DMF diisi personil yg kompeten,” harapnya.

Suyoto ( fkub kecamatan) serengan mengungkapkan adanya persoalan pendirian fasilitas ibadah di Kelurahan Joyotakan. Soal ijin pendirian Taman Pendidikan Anak milik salah satu gereja. Masih belum selesai ijinnya sampai sekarang karena adanya penolakan oknum warga.

Dalam tanggapannya, Teguh mengatakan, FKUB dengan DMF nya ditunggu peran nyatanya dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita minimalisir adanya perbedaan pendapat, mulai dengan terbentuknya DMF hari ini tugas menunggu termasuk joyotakan, kelurahan pajang dan manahan,” katanya.

Wawali meminta perlunya diwaspadai pengaruh orang luar daerah yang berusaha membuat Kota Surakarta tidak nyaman khususnya dalam. Kehidupan beragama.

 “Yang di wilayah perbatasan memang perlu diwaspadai pengaruh luar. Tugas FKUB buka mata dan telinga lebar2. Laporkan pada saya dan walikota apabila ada yang ingin mengganggu ketentraman dan kenyamanan Kota Solo,” ucapnya.

Pada kesempatan Dialog Lintas Agama tersebut, Wawali Teguh mengingatkan terkait ibadah bulan Ramadhan ini, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan dengan baik khususnya dalam beribadah antara lain buka puasa dan sahur harus satu keluarga inti di rumah saja, tidak ada tarling, tarawih dengan kapasitas 50 % dari kapasitas ruang ibadah masjid dan jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.

Comments are closed.