Pemerintah Kota Surakarta
Mudik Ramadhan, Walikota Gibran Dorong Optimalisasi Peran Satgas Wilayah, Antisipasi Penularan Covid 19
  April 19, 2021 12:35

SURAKARTA – Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Senin (19/4/2021) di Ruang Manganti Praja Balai Kota Surakarta dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19, Evaluasi Pelaksanaan PP KM Berbasis Mikro,menegaskan peran penting satgas di tingkat kelurahan ( wilayah) untuk membendung penyebaran virus Covid 19 yang akhir – akhir ini disoroti dari kaum boro yang mudik Ke Kota Surakarta.

Walikota menyinggung soal SE untuk persiapan isolasi, tempat peran jogo tonggo dan koordinasi serta komunikasi satgas wilayah.

“Kita aktifkan kembali Solo Tecnopark ( 200 orang kapasitas) dan Cottage Ndalem Njoyokusuman ( 60 ) siapkan dua – duanya. Tim nya kita siapkan kita pakai tempat yg paling gedhe dulu. Namun Ndalem Joyokusuman harus juga disiapkan,” kata Walikota.

Walikota menekankan perlunya penegasan tempat karantina harus jelas yg negatif atau positif.  “Yang negatif saran saya taruh di hotel. Kasihan sekali hotel yg harusnya panen tapi terpuruk. Kita usahakan mereka yang mampu untuk karantina di hotel,” ucapnya.

“Saya kawatir dengan mudik lokal. Dari daerah sekitar Solo. Menurut saya banyak OTG

Harus juga ada kejelasan titik penyekatan,” ungkapnya.

Dalam pandangan Walikota, penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan harus terus digalakkan dengan mengedepankan peran satgas jogo tonggo dengan sosialisasi dan pemahaman warga tentang protokol kesehatan.

“Edukasi warga harus terus dijalankan. Kita harus tegas pada kegiatan yang mengundang kerumunan,” tandasnya.

Wakil Walikota menambahkan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi pemudik yang lolos. “Sudah masuk wilayah yang sudah masuk rumah dan tidak terdeteksi. Kalau mampu ke hotel kalau  tidak mampu diarahkan ke Tecnopark dan Dalem Joyokusuman yang penting ada komunikasi. Peran satgas jogo tonggo ditingkatkan,” jelasnya.

Teguh mengatakan, SE kita perkuat baik dalam aturan dan pelaksanaannya.

Sekda Ahyani menyambung, penguatan jogo tanggo, satgas wilayah dimohon untuk melakukan monitor untuk mendata dengan  warga keluar yang keluar masuk wilayah Kota Surakarta.

Penyekatan mudik lokal atau luar daerah Kota Surakarta kita siapkan seminggu sebelum tanggal 6 yakni tanggal 1 Mei 2021.

Karantina seminggu masuk tanggal 1 keluar tanggal 8. Untuk pengawasan pemudik dimulai tanggal 19 April hingga 3 Mei.

“Mohon BPBD siapkan  perangkat dan SDM. Karena harus ada penjemputan dan isolasi selama seminggu. Dinas Sosial diharapkan menyediakan dapur umum. Perlunya armada penjemputan dan pengantaran,” lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih mengatakan, terkait mudik yang mampu di hotel dan yg tidak mampu ke tekno atau Ndalem Joyokusuman.

“Di Teknopark kita atur jadual dan rapid antigen.

Kita pendekatan ke phri. Harus ditegaskan keluarga tidak boleh menengok,” terangnya.

Terkait pencegahan penularan lewat berkumpulnya pemudik di rumah makan, Dinas Pariwisata sudah mendata rumah makan sementara sudah 604  yang terdata.

Walikota meminta  rumah makan besar dan yang menjadi ikon kuliner Kota Surakarta yang sering didatangi warga luar kota.

“Kita data lagi rumah makan. Baik yang besar maupun yang kecil. Fokuskan pada rumah makan yang sering didatangi warga luar kota. Untuk restoran all you  can eat, makanan harus diambilkan petugas,” katanya.

Sementara, untuk vaksinasi, Gibran menegaskan tidak ada kuota. “Saya khawatirkan pendaftaran link banyak yang menengah atas. Diaktifkan lagi pendaftaran lewat kelurahan,” pintanya.

Soal ibadah Idul Fitri, Kemenag Kota Surakarta, Hidayat, menyampaikan penekanan aturan terkait dengan Sholat Idul fitri dengan pelaksanaan zakat fitrah perlu ditegakkan. “Panitianya yang bekerja dengan mengantar zakat. Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1442 H bisa dilaksanakan dimanapun. Tidak diperbolehkan khatib dan imam dari luar wilayah,” katanya.

Gibran merespon, “Yang dikarantina tidak boleh bergabung dengan Sholat Ied. Untuk kegiatan Open House dengan drive through di Loji Gandrung.”

Terkait pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) Walikota menginstruksikan sekolah yang berada hanya di zona hijau yang diperbolehkan.

Usai rapat Teguh kembali mengingatkan soal pencegahan dan penanganan Covid 19 di Surakarta bermuara pada pemberlakuan PTM. Apabila usai Lebaran 1442 H angka penderita Covid 19 justru melonjak, maka hanya sekolah di zona hijau yang boleh melaksanakan PTM.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

2

Visitors today

1

Visits total

425,986

Visitors total

331,051

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta