Tekan Laju Covid-19, Pemkot Surakarta Lakukan Penguatan Peran Fungsi Tugas Jogo Tonggo Hingga Ke RT
May 1, 2021 17:45
Gibran Rakabuming: Biasakan yang Benar, Bukannya Membenarkan yang Biasa
May 2, 2021 12:15

Hardiknas Ke 61, Walikota Gibran Bertekad Surakarta Bisa Gelar PTM

SURAKARTA – Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dalam amanatnya selalu pembina Upacara Hari Pendidikan Nasional Ke – 61 Tahun 2021, Minggu (2/5/2021) di lapangan Balai Kota Surakarta, menyatakan tekadnya untuk memajukan pendidikan warga Kota Surakarta.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kota Surakarta tahun ini, masih dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.
Pada kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan beserta jajarannya, peserta didik, dan orang tua murid yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam penyelenggaraan kegitan belajar-mengajar dengan sistem daring selama Pandemi Covid – 19.
Dikatakannya, bulan Juli mendatang, peserta didik akan memasuki tahun ajaran baru dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Khususnya di Kota Surakarta, Walikota Yang juga putra Presiden RI Joko Widodo, menyatakan tekadnya dan mendorong semua jajarannya untuk fokus pada penyelenggran PTM Juli ke depan.
“Saya meminta kepada seluruh kepala sekolah di Kota Solo untuk memastikan layanan pendidikan dan proses pembelajaran dilaksanakan dengan baik dan adil. Siapkan siswa dengan pola perilaku baru sehingga pada tahun ajaran baru nanti, mereka dipastikan bisa mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan sebelumnya,” tandasnya.
“Perilaku hidup bersih sehat menjadi kunci pengendalian kasus covid-19. Pada saat saya berkunjung ke beberapa sekolah, saya masih menjumpai guru yang tidak memakai masker saat berada di lingkungan sekolah. Untuk itu, saya menegaskan kembali pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas pembelajaran kepada semua pihak baik itu guru, peserta didik, dan tenaga penunjang kegiatan di lingkungan sekolah pada saat pembelajaran tatap muka nanti berlangsung, ” lanjutnya.
Perihal vaksinasi sebagai pendukung dan pendorong PTM, Pemkot Surakarta mempercepat vaksinasi di bidang pendidikan pad semua guru. Tenaga pendidik yang sudah di vaksin baik itu pendidikan formal (guru PAUD sampai dengan SMA/SMK) maupun pendidikan non formal (Pusat Kelompok Belajar Masyarakat dan Lembaga Pendidikan Kursus) berjumlah Sembilan Belas Ribu Lima Ratus Enam (19.506) orang dari total Dua Puluh Dua Ribu Enam Ratus Enam Puluh Tiga (22.663) orang. Hal ini menggambarkan bahwa pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga pendidik sudah berjalan sekitar 86% dari target 100 %.
Pendidikan adalah proses yang berlangsung sepanjang masa. Oleh karena itu, metode pembelajaran harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman.
Gibran menekankan Guru yang tidak mau beradaptasi akan ditinggal, misalnya guru yang tidak mampu menggunakan aplikasi Zoom sebagai media pembelajaran.
Hikmah dari pandemi di bidang pendidikan adalah tantangan untuk berinovasi agar proses pembelajaran di era New Normal tetap berjalan.
“Pandemi mengajarkan pada kita semua bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja, tapi bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru dan interaksi belajar antara pelajar dengan pengajar karena edukasi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerjasama dan kompetensi. Pembelajaran di masa pendemi merupakan momentum untuk beradaptasi, berinovasi, bereksperimen, bersinergi dan berkolaborasi untuk masa depan pendidikan yang lebih baik, terutama di Kota Surakarta.
Upacara Hari pendidikan Nasional Tingkat Kota Surakarta diikuti seluruh unsur Forum Komunikasi Kepala Daerah din Kota Surakarta beserta jajaran Pemerintah Kota Surakarta baik perwakilan OPD maupun para guru.

Comments are closed.