Walikota Gibran Dampingi Nadiem Makarin Resmikan Ruang Praktek Siswa di SMK N 2 Surakarta
September 13, 2021 10:20
Terima Bantuan Oksigen Tahap Ketiga, Pemerintah Kota Surakarta Apresiasi Kepedulian Bank Indonesia
September 14, 2021 15:10

Bhakti Alumni AKABRI 1996 Latih Dan Kembangkan UMKM Secara Digital Di Kota Surakarta

SURAKARTA – Alumni Akabri Angkatan 1996 tidak hanya melakukan kegiatan baksos dan vaksinasi pada masa pandemi Covid 19 namun juga memberikan sumbangsihnya dengan mengangkat UMKM di wilayah Kota Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Pelatihan dan Pengembangan UMKM Berbasis Digital, Selasa (14/9/2021) di Hotel Solia Zigna, Laweyan.

 “Ini merupakan kreatif breakthrough yang patut dicontoh daerah lain dan hal ini perlu digaungkan tidak hanya di Jawa Tengah namun kalau perlu hingga tingkat nasional. UMKM Kota Solo menjadi yang pertama kita bantu. Dengan teknologi informasi yang sudah sedemikian canggih, pelatihan UMKM berbasis digital sangat berguna buat masyarakat,” jelas Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda mengatakan, di saat angka Covid 19 mengalami penurunan, kewaspadaan harus tetap dijaga dengan ketat melaksanakan prokes. Dengan dibukanya kembali pusat – pusat perekonomian, kran – kran wirausaha protokol kesehatan merupakan hal pertama yang harus diperhatikan. “Kita tidak ingin dengan berkembangnya kembali ekonomi melupakan penerapan tindakan menjaga kesehatan yang bisa mengakibatkan maraknya kembali Covid 19.

Sementara Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Level PPKM Kota Surakarta sudah turun ke level 3, sehingga bisa melonggarkan beberapa kegiatan – kegiatan ekonomi diantaranya kegiatan pelatihan dari Kapolda berupa pelatihan UMKM Berbasis Digital dan Disnakerperin. Hal tersebut berarti Pemkot Surakarta dan instansi terkait sangat concern dengan UMKM di Kota Surakarta supaya segera bergeliat lagi.

“Dengan vaksinasi di Kota Solo yang sangat cepat sekali sudah diatas 100 %, kita akan Kebut terus di as 120 hingga 130 %. Dengan tingginya capaian vaksinasi ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi di Kota Solo,” katanya.

UMKM Kota Surakarta, menurut Walikota Gibran dalam menyikapi Pandemi Covid 19 tetap bersemangat dalam memasarkan produknya selain menjaga kualitas produk dengan melakukan langkah go digital. “Semua marketplace kita ajak kerjasama. Jumat (17/9) kita akan MOU dengan beberapa companies di Solo Technoprak di antaranya SKKK Migas, Bukalapak, Tokopedia, Go To. Pokoknya kita bener – bener genjot ekonomi di Kota Solo. UMKM kami prioritaskan,” tandas Gibran.

Gibran juga mengatakan, untuk membantu para pedagang pasar tradisional yang tidak mempunyai atau tidak bisa mengoperasikan gawai bisa melaksanakan transaksi dengan QRIS yang merupakan transaksi cashless. “Pedagang tinggal menaruh stiker barcode pada kiosnya. Pembeli tinggal scan barcode dan uangnya bisa langsung cair di sore hari. Jadi itu sangat memudahkan dan cara – cara kami untuk membantu para pedagang yang sudah sepuh. Mereka tetap bisa go digital dan pasar – pasar tradisional kami siap melakukan pemullihan ekonomi,” terangnya.

Diketahui, narasumber pelatihan diantaranya Andreas dari Kampus UMKM Shopee, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Kegiatan dihadiri semua unsur Polda Jawa Tengah, Alumni Akabri 1996 dan 50 peserta pelatihan UMKM secara daring hadir 150 melalui IG dan Youtube Polresta Kota Surakarta.

Kapolresta Surakarta AKBP Ade Safri Simanjuntak mengharapkan kegiatan pelatihan tersebut bisa disaksikan seluruh Jawa Tengah bahkan Indonesia.

Kegiatan pelatihan merupakan inisiasi Polresta Surakarta dan Alumni Akabri 1996 di 25 tahun pengabdian pada bangsa dan negara. “kegiatan ini linier dengan program Pemerintah Kota Surakarta untuk tumbuh bangkit dan maju dan berkembang di tengah situasi pandemi saat ini. Perubahan di tengah pandemi dibarengi dengan percepatan ekonomi dengan marketplace digital sehingga pengembangan lebih luas produk tidak terbatas area dan daerah bisa sampai luar negeri,” katanya.

Dijelaskannya, pada 2021, terdapat 21 % UMKM yang berhubungan dengan market place sehingga total baru 79 % lagi didorong untuk transformasi digital UMKM, terhubung dengan marketplace. 

Sisi pemulihan ekonomi nasional mendapat concern dari Polda Jawa Tengah untuk turut mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional supaya bisa bangkit. 

Comments are closed.