Pemerintah Kota Surakarta Terima 1.000 Pcs Cairan Pembersih dari PT. Wings Surya
November 26, 2021 10:56
Walikota Surakarta Tandatangani Naskah Kerjasama Untuk Mendukung UMKM dan Pasar Rakyat Naik kelas
November 29, 2021 09:17

Hadiri Pembukaan Festival Bocah Dolanan 2021, Gibran Harapkan Acara Seperti ini Terus Berlangsung

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming menghadiri Pembukaan Festival Bocah Dolanan Th.2021 yang bertempat di Rumah Kabudayan ndalem Djojokoesoeman, Sabtu (27/11). Festival Bocah Dolanan 2021 diselenggarakan pada tanggal 27 November 2021 – 28 November 2021.

Terdapat 10 sanggar yang mengikuti Festival ini adalah Sanggar Seni Gendhewo Pinenthang, Sanggar Seni Gerong Kuning, Sanggar Seni Sang Citra, Sanggar Metta Budaya, Sanggar Seni Semarak Candra Kirana, Sanggar Seni Adanu Jumantoro, Sanggar Orek, Sanggar Seni Kemasan, Sanggar Seni Pincuk, dan Sanggar Seni Sarwi Retno Budoyo. Pembukaan Festival Bocah Dolanan 2021 ditandai dengan dimulainya Walikota Surakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, serta Kepala Bidang Kesenian Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Surakarta  membunyikan mainan Otok-Otok (Puteran).

Terdapat 3 Dewan Juri dalam acara Festival Bocah Dolanan 2021 ini yaitu dr. Yoyok Bambang Priyambodo, S.E, M.S.H,(Budayawan Seniman dan Pimpinan Sanggar Greget Semarang), Waluyo S.Kar, M.Hum (Dosen Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta), dan Hari mulyanto S.Kar, M.Hum (Dosen Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta). 

Di hari pertama yaitu tanggal 27 November 2021 terdapat 6 sanggar yang tampil dan pada tanggal 28 November 2021 terdapat 4 Sanggar Seni yang akan tampil. Gibran mengapresiasi pelaksanaan Festival Bocah Dolanan yang sudah bisa dilaksanakan kembali. 

“Di tengah pandemi ini anak-anak sudah mulai PTM, ya tentunya event-event yang melibatkan anak-anak harus digelar juga,” jelasnya

Ia juga menambahkan harapan terhadap acara ini agar terus berlangsung karena Festival ini merupakan sarana untuk mengenalkan budaya kita kepada anak-anak jaman sekarang.

“Yang seperti ini jangan sampai tersingkirkan, buat main game, yang seperti ini harus dilestarikan. Ini salah satu cara untuk mengenalkan budaya kita ke anak-anak dengan cara itu yang paling simpel itu seperti bermain.” jelasnya.

Comments are closed.