Pemerintah Kota Surakarta
Solo Giatkan Gemar Membaca untuk Jadi Kota Literasi
  May 17, 2022 14:05

Membaca merupakan kegiatan yang  mampu menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan membaca, seseorang akan lebih tahu banyak hal. Selain itu, rutin membaca dapat membentuk kepribadian dan karakter seseorang menjadi lebih berkualitas. Demikian, dapat mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Seseorang dapat memperoleh berbagai ilmu dari membaca, baik di media cetak maupun digital. Salah satu sumber dari segala informasi bisa didapatkan dari membaca buku. 

Diketahui bahwa, minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih rendah. Maka, untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat tersebut, pemerintah menetapkan peringatan hari buku nasional setiap tanggal 17 Mei. Penggagas di balik hari peringatan ini adalah Menteri Pendidikan Nasional era Kabinet Gotong Royong, yakni Abdul Malik Fadjar. Adanya hari peringatan tersebut membuka celah bagi daerah-daerah untuk menggiatkan gemar membaca, khususnya di Kota Solo.

Solo diwacanakan menjadi kota literasi, bukan tanpa dasar. Hal ini dikarenakan, kota ini memiliki rekam sejarah mengenai jejak-jejak penulisan karya pujangga daerah pada masa lampau. Adapun karya-karya klasiknya berasal dari Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, yang telah menciptakan banyak tulisan dan pujangga. Diantaranya adalah Yosodipuro menulis Serat Wulang Reh, Paku Buwono IV dan Serat Wulang Sunu, Mangkunegara IV menulis Serat Wedhatama, Paku Buwono V menulis Serat Centhini, dan ada juga pujangga legendaris dari Kota Solo, yaitu Ki Padmasusastra dan Ronggowarsito. 

Tak berhenti disitu, Solo juga menjadi kota lahirnya majalah dan surat kabar pertama di Indonesia. Penulis buku Sarekat Islam Surakarta, Adityawan Suharto mengungkapkan, pada tahun 1855, sudah muncul surat kabar Bromartani dengan penulisan bahasa dan aksara Jawa. Namun, terbitnya surat kabar ini masih mendapat campur tangan dari pemerintahan Belanda. 

Seiring dengan catatan sejarah yang ada, perwujudan Solo menjadi kota literasi akan semakin kuat. Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dispersipda) Kota Surakarta turut andil dalam peningkatan literasi bagi warga Solo. Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah dengan melakukan parade mobil pustaka yang keliling di titik-titik perhentian agar dapat dimanfaatkan warga Solo. Mobil pustaka tersebut juga diprogram untuk membagikan buku secara gratis kepada warga sekitar. Dispersipda Kota Surakarta juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk lebih meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan di masing-masing sekolah melalui program Gerakan Literasi Sekolah. 

Program literasi lainnya yang juga dikembangkan oleh Dispersipda Kota Surakarta yaitu Pojok Baca. Program ini diterapkan merata di setiap kelurahan dengan menyediakan buku-buku yang berasal dari sumbangan sukarela warga maupun dari pemerintah. Ada juga Omah Baca Nawala yang lokasinya di depan Balaikota Surakarta. Mulanya merupakan inisiasi dari SMA Regina Pacis Ursulin Solo, tetapi kini dikelola oleh Dispersipda Kota Surakarta. Untuk mendukung berkembangnya literasi di Kota Solo, pemerintah menggandeng komunitas Nyalanesia untuk mengembangkan program literasi agar lebih terarah dan tersistem.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

299

Visitors today

196

Visits total

363,865

Visitors total

285,231

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta