Pemerintah Kota Surakarta
Nyadran, TPU yang Dikelola Pemerintah Kota Surakarta Siap Menerima Peziarah
  March 21, 2023 12:15

Memasuki bulan ruwah, tradisi sadranan atau nyadran sudah mulai tampak di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) Solo. 

Nyadran memang masih kental di daerah pedesaan, meski demikian, warga Solo juga masih banyak meneruskan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Pengaruh masuknya Islam di Indonesia, mempengaruhi tradisi mendoakan leluhur yang sudah meninggal hingga kini. 

Sadranan atau nyadran bentuk kearifan lokal yang menghubungkan antara manusia yang masih hidup, leluhur dan Tuhan. 

TPU Bonoloyo, yang berada di Jalan Sumpah Pemuda, Kadipiro, Banjarsari, Solo juga mulai ada beberapa peziarah yang melakukan tabur bunga dan berdoa untuk leluhur yang dimakamkan di tempat tersebut. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta juga memiliki beberapa lokasi TPU yang tersebar di berbagai sudut kota:

  1. TPU Untoroloyo  di Jalan Brigjen Katamso, Mojosongo
  2. TPU Bonoloyo di Jalan Sumpah Pemuda, Banjarsari
  3. TPU Purwoloyo di Jalan HOS Cokroaminoto, Pucangsawit, Jebres
  4. TPU Daksinoloyo di Grogol, Kabupaten Sukoharjo
  5. TPU Pracimaloyo di Makamhaji, Pajang, Kabupaten Sukoharjo 

TPU Daksinoloyo dan TPU Pracimaloyo secara geografis memang berada di wilayah Sukoharjo, namun secara administrasi keduanya dikelola oleh Pemkot Surakarta. 

Selain TPU yang dikelola Pemkot Surakarta, masih ada beberapa makam di bawah kelembagaan agama. Beberapa makam tersebut pada tradisi nyadran, juga banyak didatangi peziarah. 

Tradisi nyadran selalu dikaitkan dengan sikap bakti atau hormat dari kerabat yang masih hidup untuk keluarga atau kerabat yang sudah meninggal dunia. Doa-doa selalu dipanjatkan bagi yang meninggal dunia dan biasanya dibarengi dengan tabur bunga di atas pusara. 

Nyadran sudah berjalan secara turun temurun dan tradisi ini hidup di masyarakat. Lokasi pemakaman umum selalu ramai oleh kunjungan peziarah. Peziarah tak hanya datang dari warga Solo, namun kerabat di luar kota juga menyempatkan berziarah. 

Kerabat yang berasal dari Jakarta, Surabaya dan berbagai daerah yang datang ke tempat pemakaman, menjadi pemandangan yang sering dilihat pada tradisi nyadran. Biasanya keluarga datang berombongan dengan satu atau dua mobil. Ada juga keluarga yang memanfaatkan datang dengan rombongan sepeda motor. 

Keranjang bunga tabur atau rangkaian bunga tangkai selalu dibawa oleh rombongan peziarah. Ada beberapa yang membawa sebotol air putih dalam wadah botol air mineral untuk membersihkan pusara sekaligus untuk menempatkan bunga tangkai.  

Usai berziarah, keluarga yang datang dari luar kota, memanfaatkan waktu berkumpul dengan keluarga yang ada di Solo. Acara kumpul-kumpul  biasanya dengan memilih tempat yang nyaman sambil bersantap kuliner. Solo sangat banyak tempat yang asyik untuk dinikmati bersama keluarga. Luangkan waktumu untuk menikmati Kota Solo, terutama destinasi wisata dan kuliner khas Solo yang bikin kangen.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

426,497

Visitors total

331,352

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta