Pemerintah Kota Surakarta
Jembatan Pasar Hardjonagoro, Membentang di Atas Kali Pepe. Situs Sejarah yang Kini Menjadi Simbol Kerukunan Umat Beragama di Kota Solo
  May 12, 2023 10:15

Jembatan ini tampak eksotis karena mempunyai daya tarik yang sangat khas. Dilengkapi dengan tiang di kanan dan kiri sebanyak enam tiang, jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Pasar Gede Hardjonagaro ini membentang di atas Kali Pepe, maka banyak orang yang juga menyebutnya Jembatan Kali Pepe.

 

Jembatan ini memiliki lebar sekitar 10 meter dan memiliki dua jalur berlawanan. Jembatan yang membujur timur-barat tersebut mempunyai panjang sekitar 50 meter. Bila ditarik garis lurus, di sisi timur persis sejalur dengan Tugu Jam Pasar Gede dan Pasar Gede Hardjonagoro. Sementara bila ditarik ke arah barat persis mengarah ke Tugu Pemandengan dan Balaikota Surakarta. Memang sangat unik, karena jembatan tersebut seperti penghubung antara pasar yang menjadi simbol rakyat dengan Balaikota yang menjadi simbol pusat pemerintahan.

 

Kekhasan Jembatan Pasar Gede terletak pada struktur tiang-tiangnya yang terbuat dari bangunan tembok yang tebal. Pada bagian bawah tampak lebih lebar dan mempunyai empat sisi. Semakin ke atas, struktur lebarnya mengerucut semakin mengecil. Di masing-masing puncak tiang jembatan, terpasang empat lampu dengan bentuk yang unik.

 

Pada pembatas atau dinding jembatan, memiliki kontur dinding yang bergelombang. Dinding jembatan membentang di kedua sisi jembatan. Jembatan tersebut juga diapit oleh pedestrian untuk para pejalan kaki. Pedestrian tersebut juga dibatasi dengan pagar tembok bergelombang.

 

Kali Pepe yang berada di bawah jembatan juga terlihat bersih. Bahkan setiap event Grebeg Sudiro, Kali Pepe di kawasan tersebut sering dimanfaatkan untuk wisata kapal susur Kali Pepe. Di setiap perayaan Grebeg Sudiro disiapkan semacam dermaga di Kali Pepe untuk tempat berlabuh perahu-perahu cantik bertabur lampion. Bila malam, ratusan lampion itu sangat indah karena sinarnya tampak gemerlap di air sungai.

 

Keberadaan Kali Pepe sendiri juga menyimpan cerita sejarah yang panjang. Pada zaman dulu, Kali Pepe merupakan salah satu akses transportasi air yang sangat penting bagi Kota Solo. Berbagai komoditas barang yang dibawa dari Kerajaan Mojopahit dan berbagai wilayah, berlabuh di Sungai Bengawan Solo. Komoditas-komoditas tersebut kemudian diangkut oleh perahu-perahu yang lebih kecil untuk diperdagangkan di wilayah Sudiroprajan hingga Kali Jenes (Kali Kabanaran) ke Desa Laweyan (Kampung Laweyan).

 

Tidak hanya mendapatkan kisah menarik tentang Kali Pepe bila berada di Jembatan Pasar Hardjonagoro, namun di kompleks itu juga banyak bangunan-bangunan menarik lainnya. Tugu Pemandengan, Tugu Jam Pasar Gede, Pasar Gede Hardjonagoro dan Klenteng Tiek Kok Sie di Jalan Ketandan yang lokasinya di samping Pasar Gede, merupakan situs-situs sejarah yang menyimpan banyak kisah sejarah menarik.

 

Jembatan Pasar Hardjonagoro sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Sebuah prasasti cagar budaya tertempel di salah satu tiang jembatan di ujung barat, sisi utara jembatan. Dalam prasasti tersebut tertulis, ‘Cagar Budaya No.27-60/E/Jb/2012 Jembatan Pasar Harjo Nagoro’. Warga Solo menyadari akan nilai sejarah pada jembatan tersebut, sehingga hingga kini masih dirawat kelestariannya.

 

Jembatan tersebut juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama. Sebab, setiap event hari besar keagamaan, Jembatan Pasar Hardjonagoro selalu dipersolek dengan ratusan lampion dan lampu yang menjadi magnet dinamika kerukunan di Kota Solo. Jembatan ini sangat keren, kalian bisa jalan-jalan dan meramaikan jagad sosial mediamu untuk mengulik dan berswafoto di jembatan yang cantik dan eksotis ini.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

424,061

Visitors total

329,916

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta