Pemerintah Kota Surakarta
Pemenang Sayembara Masjid Raya Diumumkan
  December 6, 2016 11:53

Pemenang sayembara desain masjid raya, gedung convention expo center dan gedung wauang orang, Selasa (6/12/2016) diumumkan.  Gambar desain masjid raya yang dibuat  Tim Joso dari Jakarta, berhasil merebut simpati tim juri dan menyisihkan 70 gambar desain lainnya. Tim Joso yang dikomandani Himawan Prakosi ini berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta.

Di urutan kedua, tim Anggara Architeam yang juga dari Jakarta menempati poisi kedua dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 40 juta. Di urutan ketiga, sebuah tim dari Kota Cimahi, Jawa Barat meraih juara ketiga dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 20 juta.

Sementara untuk sayembara desain convention expo center, lagi-lagi Himawan Prakosa dinobatkan sebagai peraih skor tertinggi. Himawan kali ini bersama kelompok Sama-Sama, menyisihkan 47 peserta lomba. Di urutan kedua, Harun Wicaksono (Tangerang) dan diurutan ketiga arsitektur asal Gresik, Nilus Fatmarini. Ketiga masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta, 40 juta dan 20 juta.

Pada sayembara gedung wayang orang,  tim juri yang terdiri dari K.G.P.H. Dipokusumo, Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.S.A., Ir. Bambang Eryudhawan, Ir. Indro Sulistyanto, M.T., dan Dr. Titis Srimuda Pitana, S.T., M.Trop.Arch, tidak menemukan peserta yang layak untuk dinobatkan sebagai peraih juara 1. Dari 15 karya yang masuk, tim juri hanya menetapkan juara dan juara tiga, yakni Yogi Yogama Suhamdan dengan tim Awicarita dari Bandung dan Arya Abeita (Jakarta).

Menurut Sekretaris Panitia Lomba Iswan Fitradias, dari karya yang masuk tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria tim juri yakni gedung wayang orang tersebut harus menyatu dengan karakter Kawasan Sriwedari. Tim Juri, kata Iswan, menghendaki gedung tersebut tidak hanya untuk pentas wayang orang, namun bisa digunakan berbagai macam jenis seni pertunjukan.

Salah satu tim juri, Bambang Eryudhawan, menjelaskan kriteria penilaian gedung wayang orang di antaranya bangunan harus fungsional, efisien dengan tidak ada ruang yang tidak termanfaatkan, bangunan juga harus menyatu dengan kawasan Sriwedari. “Kelihatannya peserta gagal menangkap esensi kriteria. Selain itu  belum bisa memahami ruang-ruang khusus seperti tata ruang, gamelan, dan lain sebagainya,” kata dia.

Menurutnya, peserta masih minim literasi tentang gedung pertunjukan seni budaya sehingga sulit memvisualisasikannya dalam desain tersebut. Dia mengakui tingkat kesulitan menyusun desain gedung wayang orang memang sangat tinggi  karena memerlukan pengalaman khusus di bidang rancang bangun seni pertunjukan.

Karena tidak ada yang sesuai dengan kriteria, khusus desain gambar gedung wayang orang tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyusunan detail engineering design (DED). Menurut Iswan, hanya desain pemenang sayembara masjid raya dan convention hall yang bisa dilanjutkan ke penyusunan DED.  “Kita sudah menyiapkan dua alternatif untuk mendapatkan desain, yakni sayembara ulang secara tertutup atau mengandeng konsultan yang ahli di bidang seni pertunjukkan,” ujarnya.

Selain mengumumkan pemenang, Panitia Sayembara juga menggelar pameran hasil sayambara. Pameran yang berlangsung hingga Kamis (8/12/2016) itu dibuka Wakil Walikota, Achmad Purnomo.  Menanggapi tidak adanya pemenang sayembara dari dalam Kota Solo, Wakil Wali, Ahmad Purnomo mengakui dirinya agak sedikit kecewa. Namun menurut dia, hal itu justru menandakan perhatian masyarakat luar terhadap Kota Solo cukup tinggi.

“Terbukti mereka dari Jakarta,  dari Cimahi tadi dari Tangerang tadi kesni, Itu kan kita menjadi magnet menjadi sorotan jadi kita juga bersyukur kita jadi sorotan orang lain,” katanya.

 

 

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

22

Visitors today

13

Visits total

425,318

Visitors total

330,659

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta