Pemerintah Kota Surakarta
Tambahan Modal untuk Perusda Kota Surakarta
  March 14, 2017 15:10

Empat perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Surakarta mendapatkan suntikan dana segar setelah DPRD Kota Surakarta mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal dalam rapat paripurna, Selasa (14/3/2017). Dana sebesar Rp 30,48 miliar bakal digelontorkan untuk penambahan modal ke perusahaan plat merah ini.

Keempat perusahaan daerah yang mendapatkan tambahan modal tersebut adalah adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (BPD Jateng), Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pasar Kliwon, Perusahaan Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, dan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). “Mudah-mudahan tambahan modal ini berimbas pada kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Teguh Prakosa Ketua DPRD Surakarta.

Sesuai dengan Perda yang disahkan tersebut, BPD Jateng akan mendapatkan tambahan penyertaaan modal dari Pemerintahan Kota Surakarta sebesar Rp 17,39 miliar. Sementara TSTJ memperoleh dana Rp 3 miliar. Perusda PPK Pedaringan dikucuri dana segar sebesar Rp 4 miliar dan BKK Pasar Kliwon sebesar Rp 6,09 miliar untuk pengembangan investasi.

“Khusus BKK Pasar Kliwon penyertaan modal dilakukan bertahap. Alokasi dari APBD 2017 sebesar Rp2 miliar dan sisanya akan dialokasi pada APBD Perubahan,” kata Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo.

Wali Kota Rudyatmo mengatakan pihaknya akan memastikan pengelola perusahaan daerah melakukan beberapa hal berkaitan dengan disepakatinya penambahan modal tersebut. Dia menyebut manajemen perusda yang mendapatkan tambahan modal harus dibenahi sehingga menjadi efektif dan efisen.

“Tambahan PAD jelas, selain itu juga ada peningkatan pelayanan dan menjadikan perusda lebih baik,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Rudyatmo, kesediaan pemerintah untuk meningkatkan modal perusda tersebut tidak lain karena ada harapan melalui perusahaan daerah yang didirikan Pemerintah Kota Surakarta, kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Meski diakuinya, dampak tersebut tidak bisa dirasakan secara langsung.

Wali kota memberi catatan tersendiri untuk Perusda BKK Pasar Kliwon yang saat ini non performing loan (NPL) atau angka kredit bermasalah masih cukup tinggi. Disebutkan NPL BKK Pasar Kliwon pada tahun 2016 mencapai mencapai 14 %. Padahal merujuk kategori Bank Indonesia terkait NPL bank dikatakan sehat sebesar 5%. “Harus ada pembenahan manajemen secara serius agar tambahan modal ini bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Surakarta, Putut Gunawan mengatakan DPRD menyetujui penyertaan modal tersebut seelah melaihat kajian kelayakan usaha dankelayakan investasi yang dilakukan pihak ketiga. Penambahan modal perusda tersebut memang diperlukan agar perusahaan tersebut dapat berkembang. “”Seperti BKK Pasar Kliwon yang merupakan hasil merger dari BKK tiap kecamatan. Sejak dibentuk belum mendapatkan penyertaan modal sama sekali baru mendapatkan pemberian aset dari Pemerintah Kota senilai Rp 1 miliar,” jelasnya.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan tambahan modal sebesar Rp 3 miliar tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membangun kolam keceh di arena TSTJ. Dia mengaku telah memiliki konsep dan segera merealisasikan konsep tersebut.  Ditargetkan empat bulan setelah dana tersebut diterima, penambahan fasilitas tersebut sudah selesai. “Target kami dengan wahana baru itu bisa menambah sekitar 100 ribu orang yang berkunjung ke TSTJ,” ujarnya. (***)

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

424,061

Visitors total

329,916

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta