Aplikasi e-kelurahan Diluncurkan
September 26, 2017 12:04

Shelter Baru untuk PKL Kota Barat

Pemerintah Kota Surakarta akan membangun shelter baru bagi pedagang kaki lima (PKL) kuliner. Shelter tersebut rencananya akan menggunakan areal parkir di sebelah selatan Lapangan Kota Barat. Shelter tersebut diharapkan dapat menampung 45 PKL di  Jl. dr. Moewardi yang terdampak pembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

“Pak Wali dawuh agar kebutuhan relokasi PKL yang terdampak pembangunan flyover segera dilakukan. Tempat pembuatan shelter di selatan Lapangan Kota Barat yang sekarang ini menjadi areal parkir. Kita sedang siapkan konsepnya, kemungkinan bentuknya shelter terbuka seperti yang sudah-sudah,” kata Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kota Surakarta Didik Anggono, Jum’at (29/9/2017).

Didik memperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar RP 9 miliar untuk pembangunan shelter tersebut. Dia mengaku belum mengetahui sumber pendanaanya. Didik memperkirakan akan menggandeng corporate yang memiliki dana CSR mengingat pembahasan APBD 2018 sudah mendekat finalisasi. “Kita coba mencari dana CSR agar ketika flyover dibangun, PKL di sana sudah mendapatkan tempat usaha baru,” ujarnya.

Menurut Didik, di Jalan Muwardi saat ini terdapat 45 PKL Kuliner yang buka mulai dari sore hingga malam hari. Dinas Perdagangan sudah mengumpulkan mereka untuk diajak berembug terkait dengan masa depan mereka saat pembangunan flyover dilaksanakan. “Kita komunikasi sejumlah opsi yang mungkin bisa dipilih pedagang ketika shelter baru belum ada sementara pembangunan flyover sudah dimulai,” ujarnya.

Didik mengatakan sudah bisa dipastikan seluruh PKL di Jl. Muwardi harus angkat kaki begitu flyover mulai dibangun. Mereka juga tidak bisa menempati lokasi yang saat ini digunakan untuk berjualan meski flyover sudah jadi. Menurut Didik, pihaknya sudah memberikan sosialisasi terkait pembangunan flyover. “Per 1 Oktober Jalan Dr. Muwardi harus sudah bersih karena proyek segera dimulai, yakni pekerjaan pendukung flyover yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta,” jelasnya.

Menurut Didik, pihaknya sudah menawaran kepada pedagang agar sebelum 1 Oktober sudah bersedia pindah. Dia menyebut alternatif tempat berdagang sementara bagi PKL sembari menunggu pembangunan shelter adalah di sebelah utara Masjid Kota Barat, di Jalan Mawar atau di selatan Lapangan Kota Barat. “Karena belum pasti shelter dibangun kapan, silakan ditempati terlebih dahulu,” ujarnya.

Jika bersedia, didik mengatakan para pedagang dipersilakan menggunakan tenda milik masing-masing sebelum selter bisa dibangun di area parkir selatan Lapangan Kottabarat. Namun diingatkan tenda yang dipasang bukan tenda permanen, tetapi yang bisa bongkar pasang karena mereka hanya boleh berjualan di sore dan malam hari. “Atau silakan di Jalan Slamet Riyadi, tetapi khusus malam hari dan hanya untuk PKL dari Kota Barat. Itu pun kalau pemilik tempat memperbolehkan,” tambah Didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *