Pemerintah Kota Surakarta
5000 Penari Gambyong Akan Meriahkan Hari Tari Dunia
  April 22, 2018 13:49

Diperingati setiap 29 April, Hari Tari Dunia menjadi momen warga dunia menampilkan keindahan budaya gerak tubuh  dari daerahnya masing-masing. Tak terkecuali dengan kota kita, Kota Solo akan ikut memeriahkan peringatan Hari Tari Dunia pada 29 April 2018. “Untuk memperingati Hari Tari Sedunia, Kota Solo akan mengadakan event Solo Menari di Jalan Slamet Riyadi pada saat CFD,” ungkap Maretha Dinar Cahyono, kepala bidang kesenian, sejarah, dan sastra, Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/04).

Bagi Kota Solo sendiri seni tari menjadi salah satu warisan budaya yang memiliki nilai luhur, untuk itu keberadaannya harus terus dirawat dan dijaga. Salah satu cara untuk menjaga agar warisan budaya ini tidak luntur adalah dengan mengenalkan seni tari kepada generasi muda sejak dini, karena sejatinya merekalah yang kelak akan jadi mata rantai untuk terus menjaga kebudayaan milik leluhurnya.

Dalam masyarakat Jawa dikenal istilah Nguri-uri budaya (melestarikan budaya), agar tak sekedar jadi istilah, Pemkot Surakarta melalui Dinas Kebudayaan akan mengajak ribuan anak-anak dan remaja untuk ikut terlibat dalam event Solo Menari untuk memperingati Hari Tari Dunia. “Dalam acara ini, nanti ada 5000 penari puteri yang akan menarikan Tari Gambyong, mereka berasal dari lingkungan sekolah, sanggar tari, wakil kelurahan, wakil kecamatan, universitas dan warga umum,” terang Maretha.

Dirinya menuturkan, untuk mengkoordinir sebanyak 5000 penari, berbagai persiapan telah dilakukan, diantaranya dengan menggelar latihan bersama. “Latihan bersama sudah dimulai sejak tanggal 13 bulan ini, kemudian nanti tanggal 20 dan terakahir tanggal 27 untuk gladi, semuanya bertempat di Stadion Sriwedari,” jelas Maretha. Ia menambahkan untuk tanggal 22 April akan dilakukan blocking tempat di Jalan Slamet Riyadi saat CFD, blocking tempat dilakukan untuk mempermudah peserta mengetahui titik lokasi dimana dia harus berada pada saat acara nanti digelar.

Pada saat acara digelar, 5000 penari tersebut akan membawakan tiga tarian yakni Tari Gambyong 3WMP karya Nanuk Rahayu dengan koreografer Blasius Subono dari ISI Surakarta, kemudian Tari Gambyong Pareanom karya Ngaliman (Alm) dan terakhir adalah Tari Pergaulan. “Ada beberapa hal yang unik pada saat pementasan nanti, salah satunya pada saat Tari Pergaulan, nanti para penari akan mengajak penonton yang hadir untuk bergabung ikut menari,” jelas Maretha.

Acara peringatan Hari Tari Dunia ini akan diselenggarakan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ketika acara CFD berlangsung, mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Nantinya 5000 penari ini  akan menari secara bersama-sama diiringi gamelan dari Blasius Subono. “Untuk lokasi acara nanti mulai dari perempatan Pasar Pon sampai Gladak, nah nanti juga ada panggung kehormatan yang letaknya  ada di Gladag,” ungkap Maretha.

Disinggung mengenai tujuan melibatkan ribuan anak-anak dan remaja dalam pementasan event Solo Menari, Maretha mengatakan ini merupakan masukan dari Pak Wali, beliau menginginkan Tari Gambyong sebagai salah satu tarian tradisional Surakarta bisa di-uri-uri mulai dari usia dini. “Pak Wali tidak ingin para remaja nantinya akan kehilangan kecintaannya terhadap budayanya sendiri. Melalui Dinas Kebudayaan beliau menekankan agar anak-anak bisa terus diajarkan untuk memupuk rasa kecintaan terhadap budayanya, salah satunya melalui acara Solo Menari ini,” tutup Maretha.

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

35

Visitors today

7

Visits total

416,050

Visitors total

325,382

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta