Pemerintah Kota Surakarta
Potret Toleransi dan Persatuan di Hajad Praja Kedung Lumbu
  April 23, 2018 12:11

Terik matahari sudah mulai menghangat ketika ribuan warga Kelurahan Kedung Lumbu berkumpul di sekitar Bundaran Lojiwetan dengan membawa puluhan tumpeng dan mengenakan berbagai macam kostum unik. Bukan tanpa alasan, mereka berkumpul untuk ikut perpartisipasi memeriahkan pawai Festival Budaya yang diselenggarakan Kelurahan Kedung Lumbu. “Hari ini warga Kelurahan Kedung Lumbu akan melakukan Kirab Ageng Laku Lampah sebagai puncak acara prosesi pelaksanaan Hajad Projo Kedung Lumbu 2018,” Kata Lurah Kedung Lumbu, Dewi Tri Astuti.

Sebelum dilaksanakan Kirab Ageng Laku Lampah, Dewi mengatakan berbagai rangkaian acara telah digelar oleh kelurahan dan juga warga masyarakat Kedung Lumbu. Dimulai pada Rabu (18/04) dengan melakukan Kepyakan Pendhapi Kapujanggan, kemudian pada Kamis (19/04) dilakukan kegiatan Ziarah Makam Leluhur, selanjutnya pada Jumat (20/04) dilakukan acara Sarasehan Karya Agung Sang Pujangga.

“Rangkaian acara sudah kita mulai sejak tanggal 18 April 2018, dengan memberikan nama untuk pendhapi kelurahan, kemudian kita juga mengadakan ziarah ke makam-makam tokoh yang dulu pernah ada di Kedung Lumbu, seperti Makam Raden Pabelan di komplek BTC, Makam Ki Gede Solo di Mloyosuman, Makam Raden Yosodipuro di Boyolali dan Makam Ronggorwarsito. Kita juga melakukan sarasehan di Ndalem Amung Rejan,” ungkap Dewi.

Pada saat acara puncak Kirab Ageng Laku Lampah Minggu (22/04) pagi, sebanyak 78 kelompok peserta kirab telah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB. Lokasi start dilakukan di bundaran Loji Wetan dan berakhir di halaman Kelurahan Kedung Lumbu, total ada 1.328 orang yang terlibat pada kirab pagi hari ini. “Kirab ini melibatkan 1.047 peserta, 110 petugas keamanan dan 70 orang panitia,” terang Dewi ketika ditemui di ruang kerjanya, Minggu (22/04) pagi.

Ia juga menambahkan walaupun Kelurahan Kedung Lumbu hanya terdiri dari 7 RW, namun mampu mengumpulkan 40 tumpeng dari warga untuk diarak dalam acara kirab budaya ini. Dwi menuturkan, penyelenggaraan Kirab Ageng Laku Lampah tidak akan sukses bila masyarakat Kedung Lumbu yang multietnis tidak berpartisipasi dari awal acara sampai akhir.

“Di Kedung Lumbu itu memang unik, warganya ada tiga etnis disini yakni Jawa, Arab dan Tionghoa, meskipun dengan latar belakang budaya yang berbeda tidak lantas membuat jarak antar warganya, terbukti saat acara ini berlangsung, warga multietnis ikut kirab keluar bahkan diantaranya sudah ada yang sepuh-sepuh, saya sampai masih merinding melihat antusias dan kekompakan warga yang luar biasa,” terang Dewi.

Potret persatuan dan toleransi serta cairnya hubungan warga masyarakat ditengah perbedaan budaya ini sungguh patut untuk disyukuri, hal ini tentu saja akan menjadi preseden baik bagi Kota Surakarta secara umum dan khususnya untuk warga Kelurahan Kedung Lumbu. Sedangkan menurut salah seorang warga Kedung Lumbu, Andi Kusriyanto mengatakan sebagai warga, dirinya menyambut baik acara ini, karena melalui acara ini bisa memupuk rasa gotong royong dan persatuan diantara warga.

Wali Kota Surakarta, F.X Hadi Rudyatmo dalam sambutannya mengatakan persatuan dan kesatuan merupakan salah satu hal yang harus dijaga. “Kemajemukan harus kita rawat, ini tadi pesertanya dari berbagai etnis di Kelurahan Kedung Lumbu, mulai anak-anak sampai dewasa ikut, mudah-mudahan hal seperti ini bisa ditiru oleh kelurahan-kelurahan lain di Kota Surakarta. Kebersamaan merupakan kekuatan yang luar biasa bagi pemerintahan untuk membangun Kota Solo semakin lebih baik,” tutup F.X Rudy.

aosgi
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

25

Visitors today

15

Visits total

425,321

Visitors total

330,661

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta