(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

16-09-2026

WIB

Ardymulya Iswardani

10-09-2026

 15:44:13 WIB
Astrid Widayani Buka SIPA 2026, Tegaskan Seni sebagai Ruang Dialog dan Diplomasi Budaya
Icon

SURAKARTA – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani resmi membuka Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Kamis (10/9/2026) malam. Memasuki penyelenggaraan ke-18, SIPA 2026 menghadirkan sekitar 250 seniman dari Indonesia dan sejumlah negara dengan mengusung tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.”

Pembukaan SIPA 2026 juga dirangkai dengan penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI. SIPA menjadi salah satu dari 125 event yang masuk dalam kalender KEN 2026.

SIPA Jadi Panggung Seni Pertunjukan Internasional

Dalam sambutannya, Astrid mengatakan SIPA telah berkembang menjadi salah satu panggung seni pertunjukan penting di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2009.

Menurutnya, SIPA tidak sekadar menghadirkan pertunjukan tari, musik, dan teater. Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi seniman, gagasan, tradisi, dan kreativitas dari berbagai negara.

Astrid menilai tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries” memiliki pesan kuat mengenai kemampuan seni dalam membangun hubungan dan kekerabatan di tengah keberagaman.

“Tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries mengingatkan kita bahwa seni adalah energi yang terus bergerak dan mampu membangun kekerabatan di tengah perbedaan,” ujar Astrid.

Ia menyebut seni memiliki kemampuan untuk melampaui berbagai batas, mulai dari negara, bahasa, suku, budaya hingga perbedaan pemikiran.

Karena itu, Astrid berharap SIPA tidak berhenti sebagai festival pertunjukan, tetapi berkembang sebagai ruang dialog, kolaborasi, dan diplomasi budaya.

“Melalui tari, musik, teater, dan berbagai ekspresi kreatif, seni mampu melampaui batas negara, bahasa, suku, budaya maupun perbedaan pemikiran. Karena itu, SIPA diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang dialog, kolaborasi dan diplomasi budaya untuk saling mengenal, menghargai, dan menginspirasi,” katanya.

Hadirkan Seniman dari Tujuh Negara

SIPA 2026 berlangsung selama tiga hari, 10–12 September 2026, bertempat di Pamedan Pura Mangkunegaran.

Penyelenggara menyebut sekitar 250 seniman dari Indonesia, Taiwan, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Estonia terlibat dalam penyelenggaraan SIPA tahun ini.

Pada malam pembukaan, panggung SIPA diisi sejumlah penampil, antara lain Semarak Candrakirana, Ekosdance Company, Sikambang Manih, serta delegasi dari Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan.

Keberagaman peserta tersebut memperkuat karakter SIPA sebagai festival seni pertunjukan yang mempertemukan berbagai ekspresi seni dan budaya dari dalam maupun luar negeri.

SIPA Perkuat Ekosistem Seni dan Pariwisata Solo

Selain pertunjukan utama, SIPA 2026 juga menghadirkan SIPA Showcase Stage dan SIPA Urban Market.

Astrid menilai penyelenggaraan SIPA turut memperkuat ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperkokoh posisi Solo sebagai destinasi wisata budaya dan kota seni pertunjukan.

Menurutnya, penyelenggaraan festival berskala internasional juga memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

“Kehadiran ribuan penonton juga memberikan manfaat bagi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan dan berbagai sektor lainnya,” jelasnya.

Dengan demikian, SIPA tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Surakarta.

Dorong Seniman Muda Tampil di Tingkat Internasional

Astrid menyampaikan apresiasi kepada SIPA Community, Pura Mangkunegaran, para seniman, komunitas, relawan, pelaku ekonomi kreatif, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan SIPA 2026.

Ia berharap SIPA dapat terus memberikan ruang kepada seniman muda Indonesia untuk bereksplorasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Astrid juga menekankan pentingnya ruang pertemuan di tengah dunia yang terus berubah. Menurutnya, seni dapat menjadi medium untuk memahami perbedaan sekaligus membangun persahabatan.

“Di tengah dunia yang terus berubah, kita membutuhkan ruang untuk bertemu, memahami perbedaan dan membangun persahabatan. SIPA adalah salah satu ruang tersebut,” imbuhnya.

SIPA 2026 Resmi Dibuka dengan Pemukulan Kenong

Pembukaan SIPA 2026 secara simbolis ditandai dengan pemukulan kenong oleh Astrid Widayani bersama sejumlah tamu undangan.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Direktur SIPA Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri, M.Sn., Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata RI Antonio Wasono Imam Prakoso, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, serta GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura.

Dengan dibukanya SIPA 2026, rangkaian festival seni pertunjukan internasional tersebut resmi berlangsung di Pamedan Pura Mangkunegaran hingga 12 September 2026.

Melalui tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries, SIPA 2026 diharapkan terus menjadi ruang bertemunya seni, budaya, kreativitas, dan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Surakarta sebagai kota seni pertunjukan dan destinasi wisata budaya.