(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

07-04-2026

WIB

Vinta

06-03-2026

 13:23:08 WIB
Gerakan Pangan Murah di Serengan, Upaya Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri
Icon

Pemerintah Kota Surakarta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Serengan sebagai langkah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Kegiatan diawali dengan Gerakan Pangan Murah serentak se-Jawa Tengah melalui teleconference yang dipusatkan di Pendapa Kecamatan Serengan. Teleconference tersebut dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan diikuti 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Astrid Widayani menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Program ini juga didukung oleh Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut karena komoditas yang dijual tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga tetap berkualitas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, Bulog, pemasok, dan pelaku usaha pangan.

Usai mengikuti teleconference, Astrid meninjau sejumlah stan yang menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras SPHP seharga Rp11.400 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta telur Rp27.000 per kilogram. Selain itu, tersedia pula aneka sayur segar.

Astrid menambahkan, pemerintah terus memantau dinamika harga sejumlah komoditas, terutama menjelang momentum hari besar yang biasanya diikuti peningkatan permintaan. Beberapa komoditas seperti cabai berpotensi mengalami kenaikan harga, namun pemerintah bersama Bank Indonesia dan Satgas Pangan terus berupaya menjaga ketersediaan stok, termasuk dengan menambah pasokan dari daerah penghasil.

Secara umum, ketersediaan dan harga sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, telur, dan minyak goreng di Kota Surakarta masih relatif aman dan stabil.