02-04-2026
WIB
Agnia
14-11-2025
22:15:03 WIB
Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pertemuan budaya global melalui penyelenggaraan International Mask Festival (IMF) 2025. Bertempat di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta pada 14–15 November 2025, festival ini menghadirkan ragam seni topeng dari wilayah Nusantara hingga mancanegara dalam satu panggung yang memadukan tradisi dan inovasi.
Mengusung tema “Awesome Mask”, IMF 2025 menyoroti topeng sebagai simbol identitas dan perjalanan budaya masyarakat. Festival ini menghadirkan ruang perjumpaan antara nilai-nilai tradisi dengan kreativitas modern, memperlihatkan bagaimana seni topeng terus hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.
Rangkaian penampilan di hari pertama menampilkan delegasi dari Solo, Tegal, Riau, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, yang masing-masing membawa karakter estetika daerahnya. Delegasi internasional dari Korea Selatan, Myanmar, dan Malaysia memperkaya suasana dengan eksplorasi topeng khas negara masing-masing. Selain pertunjukan, IMF 2025 juga menghadirkan bazar kuliner, kerajinan lokal, serta pameran topeng yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Kehadiran Banda Neira sebagai penampil khusus turut menambah kemeriahan festival.
Penyelenggaraan IMF 2025 berdampak positif pada kunjungan wisata budaya, terbukanya peluang kolaborasi seniman lokal dengan komunitas internasional, hingga penguatan ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM dan pelaku kerajinan. Momentum ini semakin mengukuhkan Surakarta sebagai kota budaya yang terbuka dan dinamis.
Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mendukung ruang-ruang ekspresi budaya, membuka peluang kolaborasi global, dan memastikan keberlanjutan festival seni yang bermanfaat bagi masyarakat. IMF 2025 menjadi bukti bahwa Solo siap terus hadir sebagai panggung dialog budaya dunia yang hidup dan bertumbuh.