(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

02-05-2026

WIB

Vinta

10-04-2026

 15:48:05 WIB
Jumat Bersepeda, Respati Ardi Tinjau Infrastruktur dan Dorong Gaya Hidup Hemat Energi di Surakarta
Icon

Gerakan bersepeda sebagai bagian dari budaya kerja ramah lingkungan mulai diterapkan oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Inisiatif bertajuk “Jumat Bersepeda” ini tidak hanya menjadi simbol penghematan energi, tetapi juga upaya nyata mendorong gaya hidup sehat di kalangan aparatur pemerintah dan masyarakat.

Pada Jumat (10/4/2026), Respati memulai aktivitasnya sejak pagi dari kawasan Loji Gandrung sekitar pukul 07.20 WIB. Tanpa menggunakan mobil dinas, ia bersama ajudannya bersepeda menuju sejumlah titik agenda kerja. Rute pertama yang dituju adalah Jalan Piere Tendean, lokasi pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan dan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan utara Kota Surakarta.

Setelah meninjau progres pembangunan jalan dan sistem drainase di kawasan tersebut, Respati melanjutkan perjalanan menuju Kantor Inspektorat Surakarta yang berada di Karangasem, Kecamatan Laweyan. Agenda kerja kemudian ditutup dengan kegiatan di Balai Kota Surakarta. Seluruh rangkaian aktivitas dari pagi hingga siang hari tersebut ditempuh menggunakan sepeda.

Respati menjelaskan bahwa gerakan Jumat Bersepeda merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan penghematan energi yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta untuk turut serta mengampanyekan efisiensi energi, baik melalui penggunaan sepeda maupun transportasi umum.

Menurutnya, gerakan ini bersifat ajakan, bukan kewajiban. Tidak ada sanksi bagi pegawai yang belum dapat berpartisipasi, namun ia berharap kesadaran kolektif dapat tumbuh secara bertahap. Ia juga mendorong masyarakat, khususnya pekerja kantoran, untuk mulai mempertimbangkan bersepeda sebagai alternatif mobilitas harian.

Lebih lanjut, Respati menilai bahwa jika budaya bersepeda dapat berkembang luas, dampaknya akan signifikan bagi kota. Selain mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan, kualitas udara akan semakin baik, sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menyadari tidak semua orang memiliki kondisi yang memungkinkan untuk bersepeda, terutama karena faktor jarak. Oleh karena itu, ia menyarankan penggunaan moda transportasi publik sebagai alternatif yang tetap mendukung gerakan hemat energi.

“Ini kebiasaan baru, tetapi jika dilakukan secara bertahap, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh kita semua,” ujarnya.