(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

03-03-2026

WIB

Agnia

27-02-2026

 15:10:39 WIB
Monitoring TPS3R, Pemkot Dorong Optimalisasi Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular
Icon

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, melakukan monitoring pengelolaan sampah di TPS3R Mojo Makmur, Kecamatan Jebres. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Rotary, Camat Jebres, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan Kodim, serta Lurah Jebres sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir di Kota Surakarta.

TPS3R Mojo Makmur dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat. Dalam kesempatan tersebut, Astrid mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.

“Ketika masyarakat terlibat langsung, hasilnya akan jauh lebih optimal dan berdaya guna. Ini menunjukkan komitmen kuat warga dalam menyelesaikan persoalan sampah di lingkungannya,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Astrid melihat secara langsung proses operasional TPS3R, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. Sistem ini terintegrasi dengan bank sampah di tingkat warga, sehingga sampah anorganik yang telah dipilah dapat ditabung dan memberikan nilai tambah ekonomi. Evaluasi terhadap sarana dan prasarana juga dilakukan guna memastikan operasional berjalan optimal.

Astrid menegaskan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Pemilahan sejak awal dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan pengangkutan ke TPA. Harus ada kesadaran memilah sejak dari rumah, kemudian dikelola melalui bank sampah dan TPS3R agar volume sampah yang dibuang dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan TPS3R dan bank sampah membentuk sistem pengelolaan terpadu di tingkat wilayah. Selain meningkatkan efisiensi, pola ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif serta mendukung penguatan ekonomi sirkular.

Berdasarkan data DLH, timbulan sampah di Kota Surakarta mencapai sekitar 300 ton per hari, dengan 55–60 persen di antaranya merupakan sampah organik yang berpotensi diolah menjadi kompos. Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong penguatan bank sampah di tingkat RW dan kelurahan sebagai instrumen pengurangan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Di sisi hilir, Pemkot juga melakukan langkah strategis melalui penambahan alat berat guna mempercepat penanganan serta mengurangi potensi penumpukan sampah di lokasi pembuangan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko longsor sampah dan meningkatkan aspek keselamatan lingkungan.

Melalui kegiatan monitoring ini, Astrid berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan unsur kewilayahan semakin solid sehingga pengelolaan sampah di Kota Surakarta dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan mampu menekan volume sampah secara signifikan.