(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

19-05-2026

WIB

Vinta

07-05-2026

 14:37:13 WIB
Pemkot Surakarta Dorong IKM Terapkan Konsep Industri Hijau
Icon

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani membuka Sosialisasi Penerapan Industri Hijau bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Zigna Kampung Batik Laweyan Hotel, Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong pelaku industri untuk menerapkan konsep usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Astrid menegaskan bahwa pembangunan sektor industri saat ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, konsep industri hijau menjadi langkah strategis agar pelaku usaha mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Industri hijau bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana pelaku industri bisa lebih efisien dalam penggunaan energi, air, dan bahan baku sehingga memberi nilai tambah serta meningkatkan daya saing,” ujar Astrid.

Ia menyampaikan sektor industri memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah. Oleh sebab itu, seluruh sektor industri di Kota Surakarta didorong menuju industri berkelanjutan yang menitikberatkan pada efisiensi sumber daya dan penerapan konsep ramah lingkungan.

Astrid juga menilai pembangunan ekosistem industri hijau perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan harus dimiliki bersama, baik oleh pelaku industri maupun masyarakat umum.

Selain itu, ia menegaskan arah pembangunan Kota Surakarta dalam RPJMD 2025–2029 turut menekankan penguatan ekonomi daerah yang inklusif, pengembangan IKM, serta transformasi menuju ekonomi hijau berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, IKM dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus penyerap tenaga kerja.

Meski demikian, Astrid mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan industri hijau, mulai dari keterbatasan pemahaman pelaku usaha hingga akses teknologi dan informasi yang belum merata. Karena itu, sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas pelaku IKM dalam menerapkan prinsip industri hijau secara nyata di masing-masing sektor usaha.

“Transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Dunia usaha harus mampu beradaptasi dengan standar lingkungan yang semakin ketat,” katanya.

Astrid juga menegaskan bahwa program industri hijau merupakan agenda jangka panjang yang perlu dipahami bersama oleh seluruh pelaku usaha di Kota Surakarta. Ia berharap para peserta dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha mereka.

Kota Surakarta sendiri memiliki tujuh sektor industri unggulan, yakni industri makanan, tekstil, pakaian jadi, kulit, mebel, kerajinan tangan, serta industri kreatif. Astrid berharap seluruh sektor tersebut mampu menyesuaikan diri dengan konsep industri hijau agar tetap kompetitif di tengah perkembangan zaman dan tuntutan pasar global.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku industri mengenai pentingnya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Menurutnya, melalui sosialisasi tersebut para pelaku industri diharapkan memiliki kesadaran untuk turut menjaga lingkungan melalui penerapan industri hijau dalam proses produksinya.

Ia menambahkan, Kota Solo memiliki banyak sentra industri yang ke depan akan diarahkan untuk mulai mengurangi limbah produksi dengan memanfaatkan konsep industri hijau agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, serta IESR yang memaparkan kebijakan hingga praktik teknis penerapan industri hijau bagi IKM maupun industri besar.