(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

01-10-2026

WIB

Ardymulya Iswardani

28-09-2026

 09:37:04 WIB
Rakor Dewan Smart City 2026, Respati Tekankan Integrasi Data dan Pelayanan Publik Berdampak Nyata
Icon

SURAKARTA, 28 September 2026 – Wali Kota Surakarta Respati Ardi membuka Rapat Koordinasi Forum Dewan Smart City Kota Surakarta Tahun 2026 di Balai Tawang Arum, Balai Kota Surakarta, Senin (28/9/2026). Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi dan integrasi antarperangkat daerah dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Respati menegaskan bahwa konsep Smart City Kota Surakarta tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital, pembangunan aplikasi maupun pengembangan sistem informasi.

Menurutnya, teknologi, data dan inovasi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, efektif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Smart City tidak semata-mata berbicara mengenai teknologi. Aplikasi, dashboard, command center, sensor, maupun digitalisasi pelayanan merupakan sarana untuk membangun pemerintahan yang modern, dengan tujuan utama menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Respati.

Smart City Surakarta Harus Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat

Respati menekankan bahwa transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan Smart City, menurutnya, tidak cukup diukur dari banyaknya aplikasi atau sistem digital yang dikembangkan pemerintah. Ukuran pentingnya adalah sejauh mana teknologi dan inovasi tersebut memberikan manfaat serta menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.

Karena itu, teknologi tidak boleh berhenti pada pembangunan sistem. Teknologi harus menjadi instrumen untuk membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan secara lebih terintegrasi, terukur dan efektif.

Integrasi Data Jadi Kunci Smart City Surakarta

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan Smart City adalah integrasi data antarperangkat daerah.

Respati menjelaskan, sistem dan aplikasi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta perlu semakin terhubung dan didukung data yang akurat. Data tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan bersama untuk memperkuat perencanaan, pelayanan publik dan pengambilan keputusan.

Data juga harus menjadi landasan bersama dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, transportasi, lingkungan, UMKM hingga pelayanan administrasi.

Dengan integrasi data yang baik, pemerintah dapat memahami persoalan secara lebih komprehensif, menentukan langkah penanganan yang tepat dan meningkatkan efektivitas program pembangunan.

Respati menilai berbagai persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu perangkat daerah. Diperlukan sinergi antarsektor agar kebijakan dan program dapat berjalan selaras serta saling mendukung.

Dalam konteks tersebut, Forum Dewan Smart City Kota Surakarta memiliki peran strategis sebagai ruang koordinasi, kolaborasi, pertukaran gagasan dan penyelarasan langkah dalam membangun pemerintahan yang semakin modern dan responsif.

Respati juga mengingatkan pentingnya mengurangi ego sektoral dan memperkuat orkestrasi antarpihak maupun antarperangkat daerah. Dengan demikian, potensi dan sumber daya pemerintah dapat diarahkan pada tujuan pembangunan yang sama.

Master Plan Smart City Harus Menghasilkan Program Nyata

Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa Master Plan Smart City yang telah dimiliki Pemerintah Kota Surakarta harus diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengembangan Smart City, menurutnya, tidak harus berfokus pada banyaknya program yang dibangun. Pemerintah justru perlu mendorong langkah prioritas yang sederhana, efisien, cepat diterapkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengembangan program quick win atau capaian cepat yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain percepatan pelayanan publik, integrasi data, deteksi persoalan secara lebih dini, perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM, serta penguatan layanan transportasi, lingkungan, kesehatan dan sosial berbasis data.

“Master Plan Smart City yang telah kita miliki harus diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata. Kita tidak harus membangun banyak program, tetapi perlu mendorong quick win yang sederhana, efisien, cepat diterapkan, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Respati berharap setiap program memiliki arah yang jelas, pembagian peran yang tegas, kolaborasi yang tepat, target waktu terukur serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi secara berkala.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Smart City di Kota Surakarta diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan masyarakat secara efektif.

Pemkot Surakarta Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha

Dalam mempercepat transformasi Smart City, Respati menilai Kota Surakarta memiliki modal sosial dan potensi yang kuat.

Potensi tersebut meliputi perguruan tinggi, lembaga pendidikan, komunitas kreatif, dunia usaha, UMKM, pelaku budaya serta masyarakat yang aktif dan inovatif.

Seluruh elemen tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.

Kolaborasi diperlukan untuk menyatukan pengetahuan, teknologi, kreativitas, pengalaman dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.

Melalui kerja sama tersebut, pengembangan Smart City di Surakarta diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara luas.

Pemkot Surakarta ingin memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan kebutuhan warga sehingga inovasi yang dihasilkan memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

Teknologi Smart City Harus Aman, Humanis dan Inklusif

Di tengah perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), analisis data dan berbagai inovasi digital lainnya, Respati mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara tepat, aman dan bertanggung jawab.

Perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan perlindungan keamanan data, privasi masyarakat, kualitas informasi serta penerapan etika dalam pelayanan publik.

Pemanfaatan teknologi juga tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan dan keadilan. Sebaliknya, teknologi harus mampu mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan mempermudah warga dalam mengakses layanan.

Respati menegaskan bahwa Surakarta harus mampu menjadi kota yang modern tanpa kehilangan karakter, menghadirkan pemerintahan yang semakin digital tetapi tetap humanis, cepat, adil dan inklusif.

Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Rakor Dewan Smart City Diharapkan Hasilkan Langkah Implementatif

Melalui Rapat Koordinasi Forum Dewan Smart City Kota Surakarta Tahun 2026, Respati berharap seluruh peserta dapat menghasilkan gagasan konkret, keputusan implementatif dan langkah bersama yang segera ditindaklanjuti.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menyelaraskan program, memperkuat sinergi lintas sektor serta merumuskan langkah strategis dalam mewujudkan Kota Surakarta yang semakin cerdas, adaptif dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh anggota Dewan Smart City, perangkat daerah, narasumber serta pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan potensi yang dimiliki demi kepentingan masyarakat.

“Smart City bukan tentang menjadikan kota penuh dengan teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi, data, inovasi, dan kolaborasi dimanfaatkan untuk membuat pemerintahan dan kehidupan kota berjalan semakin baik,” tegasnya.

Respati berharap pengembangan Smart City di Surakarta dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mari kita perkuat orkestrasi, satukan data, inovasi, dan langkah, dengan orientasi utama pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” ajaknya.

Melalui penguatan integrasi data, kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mendorong terwujudnya Surakarta sebagai kota yang semakin cerdas, adaptif, inklusif dan modern tanpa meninggalkan karakter kota.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri anggota Dewan Smart City Kota Surakarta, jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, tim internal Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, para narasumber serta peserta rapat.