04-09-2026
WIB
Ardymulya Iswardani
27-08-2026
11:27:20 WIB
JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali menorehkan prestasi di bidang investasi dengan meraih penghargaan KERIS Jateng Investment Challenge 2026 dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/8).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong peningkatan investasi, memperkuat daya saing daerah, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Penghargaan KERIS Jateng Investment Challenge 2026 diterima dalam rangkaian CJIBF 2026, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah melalui sinergi Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG).
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto turut hadir dalam CJIBF 2026 bersama sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Keikutsertaan Surakarta dalam forum investasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemkot Surakarta untuk terus membuka peluang investasi dan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional.
CJIBF merupakan forum promosi investasi tahunan yang menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta mitra pembangunan.
Melalui forum tersebut, berbagai daerah di Jawa Tengah dapat mempromosikan potensi dan proyek investasi unggulan, memperluas jejaring bisnis, sekaligus membangun kerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Deputi Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, menyampaikan bahwa penyelenggaraan CJIBF diharapkan mampu semakin mengangkat potensi investasi yang dimiliki Jawa Tengah.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan investor, tetapi juga diharapkan menghasilkan gagasan serta langkah konkret yang memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat mendongkrak potensi investasi dan menjadi ruang untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konkret bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengatakan setiap daerah di Jawa Tengah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Meski demikian, seluruh daerah memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Masing-masing daerah punya potensi yang berbeda-beda, tetapi napasnya sama untuk mendongkrak investasi di daerah masing-masing,” kata Lutfi.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjamin terciptanya iklim investasi yang aman sehingga investasi dapat tumbuh dan berkembang di Jawa Tengah.
“Saya menjamin iklim investasi di Jawa Tengah akan aman,” tegasnya.
Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, para duta besar, investor, serta seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi dalam CJIBF 2026.
Selain pemberian penghargaan, CJIBF 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama investasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Salah satunya ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Sukoharjo dengan PT Energy3 International (E3i), Inc.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan pengelolaan sampah dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp5,2 triliun.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang investasi baru sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
CJIBF 2026 mengusung tema “Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness”.
Tema tersebut menekankan pentingnya percepatan investasi di Jawa Tengah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan peningkatan daya saing daerah.
Melalui CJIBF 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan kualitas proyek investasi yang ditawarkan kepada investor, memperluas kemitraan investasi nasional dan internasional, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan.
Bagi Kota Surakarta, penghargaan KERIS Jateng Investment Challenge 2026 sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan investasi, memperkuat daya saing daerah, dan menciptakan ekosistem investasi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.