04-11-2026
WIB
Ardymulya Iswardani
02-11-2026
14:46:20 WIBSURAKARTA – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas gizi anak usia dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Dunia pada Senin (2/11/2026). Bertempat di Pendopo Kecamatan Laweyan, kegiatan ini berfokus pada pendampingan dan evaluasi pelaksanaan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase 2.
Kehadiran rombongan pusat ini disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, beserta jajaran terkait, guna menyinergikan langkah strategis penanganan gizi anak di daerah.
Penanganan stunting bukanlah tugas satu instansi semata. Dalam sambutannya, Astrid Widayani menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga medis, kader posyandu, hingga masyarakat sangat mutlak diperlukan agar setiap program intervensi tepat sasaran.
“Penanganan stunting bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga kepastian bahwa ibu dan anak mendapat pendampingan yang tepat sejak awal. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar upaya ini berkelanjutan dan berdampak nyata,” tegas Astrid.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Astrid memperkenalkan inovasi "Posyandu Plus" yang tengah dikembangkan di Surakarta. Melalui terobosan ini, fungsi posyandu diperluas—tidak sekadar memantau kesehatan ibu dan anak, tetapi menjadi pusat layanan kesehatan yang terpadu dan menyeluruh untuk setiap fase siklus kehidupan masyarakat.
Penguatan kader dan posyandu ini diyakini akan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada warga, sekaligus menjadi ruang deteksi dini yang efektif untuk mencegah kasus stunting baru.
Kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi panel. Astrid yang didampingi oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Asisten Pemkesra, Kepala Bappeda, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, serta Plt. Camat Laweyan, mengajak rombongan Bappenas dan Bank Dunia turun langsung meninjau aktivitas pelayanan di posyandu terdekat.
Langkah peninjauan ini dilakukan untuk melihat realita implementasi Program INEY Fase 2 di masyarakat. Evaluasi dari kunjungan lapangan ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar intervensi kesehatan dan gizi di Surakarta semakin optimal sesuai kebutuhan warga.
Pemkot Surakarta berkomitmen untuk terus menjaga kolaborasi dengan pemerintah pusat sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.