13-05-2026
WIB
Vinta
25-03-2026
11:20:30 WIB
Wali Kota Respati Ardi memimpin apel bersama jajaran Pemerintah Kota Surakarta di kawasan TPA Putri Cempo usai masa cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Apel ini diikuti oleh Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga para petugas serta pengelola tempat pembuangan akhir.
Dalam arahannya, Respati menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta semakin mendesak, terutama setelah libur panjang. Ia mengungkapkan, volume sampah harian di Kota Solo saat ini mencapai 300 hingga 400 ton. Selama periode Lebaran 2026, jumlah tersebut bahkan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari normal, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta.
Di sisi lain, kapasitas pengolahan sampah yang tersedia saat ini masih terbatas, yakni baru mampu menangani sekitar 20 persen atau kurang dari 100 ton per hari. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surakarta dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
“Persoalan sampah ini nyata. Ini bukan isu kecil, melainkan tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” tegas Respati.
Pemilihan lokasi apel di TPA Putri Cempo disebut sebagai upaya untuk memberikan gambaran langsung kepada seluruh jajaran mengenai kondisi di lapangan. Menurutnya, pendekatan pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bergantung pada TPA sebagai solusi akhir.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Surakarta tengah menyiapkan penguatan kebijakan melalui revisi peraturan daerah yang akan dilanjutkan dengan penerbitan peraturan wali kota. Kebijakan tersebut akan difokuskan pada upaya mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, Pemkot juga menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret untuk mengkaji sistem pemilahan sampah di tingkat wilayah. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan kebijakan yang lebih aplikatif dan efektif dalam pengelolaan sampah ke depan.
Ke depannya, setiap wilayah di Kota Solo ditargetkan mampu mengelola sampah secara mandiri. Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat sebelum kebijakan pemilahan sampah diberlakukan secara menyeluruh.
Respati turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah, mulai dari memilah sampah di rumah hingga mengurangi produksi sampah sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan dan pengelola TPA yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan kota.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo. Peran saudara-saudara sekalian sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta,” ujarnya.