17-04-2026
WIB
Vinta
12-03-2026
15:22:36 WIB
Astrid Widayani melakukan monitoring dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua lokasi di Surakarta, yakni SPPG Gandekan, Kecamatan Jebres dan SPPG Karangasem, Kecamatan Laweyan. Kegiatan ini dilakukan bersama Satgas MBG sebagai respons atas aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.
Monitoring tersebut menjadi tindak lanjut dari laporan warga, termasuk penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyoroti variasi menu dan kualitas makanan. Pemerintah Kota Surakarta memandang penting untuk melakukan pengecekan langsung guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.
Dalam kunjungannya, Astrid bersama tim meninjau seluruh proses operasional dapur, mulai dari penyiapan bahan, pengolahan makanan, hingga kesiapan distribusi kepada para penerima manfaat. Ia juga berdialog dengan pengelola SPPG untuk memahami lebih dalam aspek produksi, pengelolaan anggaran, serta perencanaan menu dan gizi.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan dapur SPPG sangat bergantung pada sinergi tiga komponen utama, yaitu produksi, keuangan, serta perencanaan menu dan gizi. Ketiganya harus berjalan seimbang agar kualitas makanan tetap terjaga, meskipun terdapat keterbatasan di lapangan.
Hasil monitoring sementara menunjukkan bahwa pengelolaan dapur berjalan cukup baik tanpa ditemukan persoalan serius. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan sejumlah catatan perbaikan, khususnya terkait peningkatan variasi menu agar lebih menarik bagi anak-anak.
Astrid menegaskan bahwa makanan yang disajikan harus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi, sekaligus mempertimbangkan selera anak. Kombinasi protein hewani, protein nabati, serta buah menjadi komponen penting dalam setiap sajian, sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan makanan tidak terbuang.
Selain itu, selama bulan Ramadan, pengaturan porsi juga menjadi perhatian. Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan penerima manfaat yang berbeda, baik dalam porsi besar maupun kecil, tanpa mengurangi kualitas gizi makanan.
Monitoring dapur SPPG, lanjut Astrid, akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipatif. Hal ini penting mengingat di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah sempat muncul keluhan terkait layanan serupa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal, termasuk selama Ramadan. Selain memastikan makanan aman dan bergizi, peningkatan variasi menu juga diharapkan mampu meningkatkan minat konsumsi anak-anak sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.