(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

09-04-2026

WIB

Vinta

09-03-2026

 15:25:03 WIB
Jateng Siap Sambut 17,3 Juta Pemudik Lebaran 2026, Prioritaskan Keselamatan dan Kenyamanan
Icon

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan menyambut sekitar 17,3 juta pemudik yang diperkirakan akan memasuki wilayah tersebut pada masa mudik Lebaran 2026. Aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama para bupati dan wali kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan di setiap daerah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17,3 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” ujarnya saat memimpin rapat di Grhadika Bhakti Praja.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto.

Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai kesiapan lintas sektor, mulai dari sarana dan prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok, hingga mitigasi potensi bencana selama masa libur Lebaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan posko terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah, posko kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan, serta posko di 23 terminal tipe B. Selain itu, patroli mobile akan dilakukan di sejumlah titik rawan kemacetan seperti objek wisata, pusat keramaian, dan pasar tumpah.

Upaya lain yang dilakukan meliputi pemasangan rambu lalu lintas portabel, penambahan 10 titik kamera pengawas (CCTV), pelaksanaan program mudik dan balik gratis bagi perantau, serta pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum di terminal.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat perbaikan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, serta peningkatan penerangan jalan guna menjamin kelancaran perjalanan para pemudik.

Di sektor pangan, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Lebaran. Gubernur meminta Satgas Pangan terus melakukan pengawasan serta menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga.

“Operasi pasar sudah dilakukan lebih dari 300 kegiatan di seluruh kabupaten dan kota,” kata Luthfi.

Pemerintah provinsi juga memastikan pasokan energi seperti elpiji, bahan bakar minyak (BBM), dan listrik dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan dari Pertamina dan PLN, stok energi dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa Lebaran. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Ribut Hari Wibowo, menyatakan pengamanan mudik tahun ini akan menitikberatkan pada aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 28.980 personel disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri, terdiri dari sekitar 22.000 anggota Polri, 1.189 prajurit TNI, serta 5.111 personel dari berbagai instansi terkait.

Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di berbagai objek vital di Jawa Tengah, termasuk pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, masjid, hingga objek wisata. Aparat juga mendirikan 153 pos pengamanan, 78 pos pelayanan, serta 31 pos terpadu.

Pemerintah daerah berharap seluruh persiapan tersebut dapat mendukung kelancaran arus mudik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri di kampung halaman. Kehadiran para kepala daerah dalam rapat koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan kesiapan daerah masing-masing menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran.