09-04-2026
WIB
Vinta
10-03-2026
13:48:14 WIB
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, melakukan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan serta harga barang kebutuhan pokok dan barang penting menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah di Pasar Nusukan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Lebaran.
Dalam kunjungannya, Respati meninjau langsung aktivitas perdagangan serta berdialog dengan para pedagang dan pembeli di pasar. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terpusat pada pasar induk, tetapi juga mencakup pasar penyangga yang menjadi tumpuan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, pasar seperti Nusukan, Jaksinom, dan Kadipolo memiliki peran penting karena menjadi tempat bertransaksi bagi pedagang kecil dan ibu rumah tangga. Oleh karena itu, keberlangsungan aktivitas di pasar-pasar tersebut perlu mendapatkan perhatian yang sama.
Respati mengungkapkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di pasar masih relatif stabil. Meski demikian, ia menilai perlu adanya dorongan untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional agar roda perekonomian para pedagang tetap berjalan optimal.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Surakarta tengah menyiapkan program Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dengan skema belanja langsung ke pasar sesuai wilayah teritori. Program ini akan diatur melalui surat edaran bersama dinas terkait, sehingga pembelian bahan kebutuhan dapat dilakukan langsung di pasar dengan harga sesuai standar satuan guna mendukung produksi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Respati juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam rantai distribusi bahan pangan, khususnya terkait pelaksanaan SPPG di wilayah Solo Raya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota mendorong agar distribusi tidak terlalu panjang guna menghindari pemborosan dalam proses pengadaan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa stabilitas harga yang saat ini terjaga perlu diimbangi dengan peningkatan daya beli masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Surakarta akan kembali menggalakkan kampanye belanja di pasar tradisional sebagai upaya menghidupkan interaksi ekonomi sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Respati menambahkan, pengalaman berbelanja di pasar tidak hanya sebatas transaksi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang penting. Melalui program SPPG belanja ke pasar, pemerintah berharap dapat mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menggerakkan ekonomi lokal.