Demo Boleh, Anarkis Jangan
October 19, 2020 13:47
Surakarta Raih WTP Ke 10 Berturut-Turut
October 21, 2020 13:42

Kota Solo Jadi Contoh Daerah Bertoleransi Tinggi

Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo, menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah belajar soal kondusifitas dan hubungan bertoleransi tinggi antar anggota masyarakat yang berbeda ras, golongan, agama dan budaya. Festival keagamaan yang sudah membudaya seperti Sekaten, Imlek dan Tahun Baru bisa dirayakan bersama seluruh masyarakat tanpa memandang adanya perbedaan.

Hal tersebut disampaikan Purnomo saat memberikan sambutannya pada pembukaan kegiatan Rapat Kerja Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia ( FPBI ) Kota Surakarta, Rabu (21/10/2020) di Ruang Manganti Praja Balai Kota Surakarta.

Menurut beliau, ketentraman dan kondusifitas Kota Surakarta harus dipertahankan dengan semangat gotong royong Saiyeg saeka kapti, saeyeg saeka praya. “Bahu membahu membentuk tekad yang kuat memajukan Kota Surakarta berlandaskan budaya adiluhung serta kondusifitas dan toleransi yang dipunyai masyarakat Surakarta,” katanya.

“Kota Surakarta relatif aman, stabil dan damai. Persatuan dan gotong royong dirasakan betul – betul sangat perlu. Persatuan dari perbedaan dan toleransi selama ini betul – betul kita junjung dengan baik,” sambungnya.

Terkait dengan keberadaan FPBI, Wawali mengharapkan sumbangsihnya turut menjaga dan mengembangkan Kota Surakarta yang adem ayem.

Dikatakannya, wawasan kebangsan akhir – akhir ini sedang mengalami pedangkalan dan erosi pemaknaan yang mengakibatkan munculnya egoisme atau peninjolan kepentingan pribadi atau kelompok.
Terjadinya konflik di berbagai daerah sebagian dipicu berbagai kepentingan pribadi atau golongan daripada kepentingan yang lebih luas yaitu kepentingan nasional yang dibungkus antara lain oleh isu SARA.

Penguatan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus terus dilaksanakan sehingga generasi penerus bangsa dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.

“Saya berpesan agar bisa terus ditingkatkan pembangunan karater dan wawasan kebangsaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,” tandas Purnomo.

Comments are closed.