Launching Inovasi Teman Akses Gardagita
September 23, 2021 11:25
HUT Ke-24 Solopos, 100 Paket Sembako di Serahkan Kepada Anak Yang Orang Tuanya Meninggal Karena Covid-19
September 24, 2021 11:17

Literasi Dan Digitalisasi Perpustakaan Bakal Terus Dikembangkan Di Kota Surakarta

SURAKARTA – Perpustakaan di Kota Surakarta baik milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Perguruan Tinggi, Sekolah menengah maupun perpustakaan milik komunitas mendapat perhatian dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI yang membidangi pendidikan, olahraga, ekonomi kreatif, pariwisata dan sejarah dalam kunjungan kerjanya mengulik soal perpustakaan dan kearsipan, Jumat (24/9/2021) di Bale Tawangarum dan diterima langsung Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan Sekda Ahyani beserta jajaran.

Walikota Gibran dalam pernyataannya mengungkapkan, selama masa pandemi perpustakaan milik Pemkot Surakarta memang mengalami buka tutup. “Pada tahun 2018, sebenarnya perpustakaan kami sudah meluncurkan aplikasi agar warga Solo gemar membaca dengan tidak perlu lagi datang ke Perpustakaan Daerah Kota Surakarta dengan menikmati koleksi buku kita dengan format ebook,” ucapnya.

Dijelaskan Gibran, digitalisasi perpustakaan dan kearsipan sudah dimulai dengan aplikasi i Solo dengan cara menambah koleksi ebook melalui pembelian yang dianggarkan dalam DPA-Perangkat Daerah. “Dengan aplikasi iSolo, buku – buku kita semua sudah bisa diakses walaupun koleksi masih terbatas (1.700an ) dan pada 2022 akan ada pengadan e-book yang baru,” terangnya.

Aplikasi baru bisa diakses oleh pengguna android sementara pengguna ios belum bisa mengakses dan ke depan akan dikoneksikan lantaran pada masa pandemi banyak kegiatan Dinas Arpusda Kota Surakarta yang ditunda dahulu.

Menurut Walikota Gibran, pihaknya akan selalu mempromosikan agara warga Surakarta yang gemar membaca tidak berhenti mengakses buku – buku maupun e book. Dengan format e-book anak – anak sekolah akan bisa lebih menyukai membaca buku – buku pengetahuan dan ilmu pengetahuan.

Perpustakaan Umum Kota Surakarta sudah menjadi bagian dari Indonesia One Search yang dibuat oleh Perpustakaan Nasional. Online Public Access Catalogue Perpustakaan Kota Surakarta dapat diakses dari seluruh wilayah Indonesia. 

“Terkait dengan turunnya level PPKM Kota Surakarta ke level 3, kita sudah mulai membuka perpustakaan kita dengan protokol kesehatan yang ketat dengan penerapan aplikasi Peduli Lindungi yang membatasi kegiatan – kegiatan di perpustakaan,” beber Walikota.

PTM yang baru dibuka dalam 3 minggu, penggunaan e-book mendukung selama pembelajaran jarak jauh. Gibran memastikan Kota Surakarta semakin baik lagi dengan capaian vaksinasi hingga 111 %  selain mengejar vaksinasi anak – anak sekolah usia 12 tahun ke atas. Secara paralel vaksinasi dikejar supaya bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka.

Sementara, Agustina mengungkapkan tujuan kunjungan kerja Komisi X yang bermitra dengan kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kementerian Pemuda Olahraga serta perpustakaan Nasional merupakan kunjungan kerja spesifik bidang perpustakaan bagian fungsi pengawasan.

Maksud dan tujuan kunjungan kerja komisi x yakni dalam rangka melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan pelayanan perpustakaan digital di Kota Surakarta. Selain itu untuk mendapatkan data empirik permasalahan – permasalahan yang muncul dalam pengelolaan perpustakaan di Kota Surakarta.

Hasil kunker ini akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan terhadap perpustakaan digital selain pertanyaan tertulis yang sudah kami ajukan. “Dalam forum ini kami ingin mendapatkan beberapa pandangan mengenai kebijakan Pemkot Surakarta dalam pengelolaan perpustakaan daerah khususnya dalam layanan digital dan peningkatan literasi masyarakat. Selain itu, juga soal bagaimana perkembangan perpustakaan Kota Surakarta di tengah Pandemi Covid 19 , yang ketiga soal optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pengelolaan perpustakaan digital dan apakah ada inovasi yang lain yang dikembangkan. Yang keempat, masukan perbaikan regulasi dan tata kelola perpustakaan khususnya mengenai perpustakan digital.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wiludjeng Pramestuti  menggelar tanya jawab dengan Walikota Surakarta beserta jajaran seputar digitalisasi perpustakaan dan arsip serta literasi perpustakaan di Kota Surakarta.

Kewenangan Pembahasan DPR hanya pada organisasi, fungsi dan program. Untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran, Komisi X melaksanakan fungsi pengawasan melalui kunjungan kerja Komisi X serta kunjungan kerja daerah oleh anggota komisi selain rapat – rapat pengawasan dalam masa – masa persidangan. 

Dalam Undang Undang 2007 Tentang Perpustakaan Pasal 3 disebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian dan pelestarian, informasi dan rekreasi, meningkatkan kecerdasan dan pemberdayaan manusia. Sedangkan dalam pasal 4 disebutkan perpustakaan bertujuan memberikan pelayanan masyarakat dalam meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Perkembangan dan penerapan Teknologi Informasi ( TI )telah mempengaruhi hampir semua bidang termasuk perpustakaan. Pemanfaatan TI telah dimanfaatkan sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Perkembangan dari perkembangan tersebut dapat diukur dengan Sistem Informasi manajemen perpustakan digital yang memiliki keunggulan dalam kecepatan akses, berorientasi pada digitalisasi atau jaringan komputer,” ucapnya.

Dikatakannya, seseorang dapat mengakses buku digital berbagai sumber di dunia maya dengan kelebihan dapat cepat mengakses dalam pencarian sumber dan membangun citra perpustakaan pada publik. Perpustakaan di era digital menjadi tempat yang lebih dinamis, terbuka dan menjadi tempat kegiatan masyarakat menjadi tempat penciptaan kreativitas.

Diketahui indeks literasi perpustakaan di Indonesia masih di peringkat 62 dari 70 negara. Dengan hadirnya perpustakaan digital indeks literasi dapat ditingkatkan.

Perpustakaan digital diharapkan dapat meningkatkan minat membaca masyarakat Indonesia.

Jumlah perpustakaan di Indonesia sejumlah 164 ribu dengan taman bacaan masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan pengguna internet di Indonesia pada 2019 48,4 % pada 2020 meningkat menjadi 54 % dan 2021 meningkat pesat 73,7 %.

Layanan perpustakaan digital terbantu dengan dibangunnya BTS dengan jumlah signifikan di seluruh Indonesia pada 2021 -2022. 

Diketahui, selain sudah merambah digitalisasi dengan iSolo berformat ebook, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah Kota Surakarta juga telah mengembangkan layanan digitalisasi arsip atau dokumen keluarga warga Kota Surakarta dengan pendokumentasi secara digital.

Kunjungan kerja Komisi X DPR RI dihadiri Sekretaris daerah Kota Surakarta dan OPD terkait, perwakilan perpustakaan UNS, perpustakaan sekolah, perpustakaan komunitas dan lembaga literasi di Kota Surakarta.

Comments are closed.