Pemerintah Kota Surakarta
Mengenal Jenis Vaksin Hepatitis yang Tak Banyak Orang Tahu
  May 21, 2022 16:45

Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai kasus penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Hepatitis sendiri merupakan penyakit yang menyerang hati atau liver. Kondisi ini bisa saja disebabkan dari banyak hal, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit autoimun, atau bahkan karena infeksi cacing hati. Namun, terdapat perbedaan antara penyakit hepatitis A, B, C, E dengan hepatitis akut yang sedang terjadi. Meskipun gejala yang ditimbulkan sama, tetapi apabila dilakukan pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan adanya infeksi virus yang sama seperti halnya pada hepatitis A, B, C, dan E.

Untuk mencegah timbulnya penyakit hepatitis, pemerintah sebenarnya sudah menyediakan program vaksinasi hepatitis berdasarkan jenisnya. Vaksin ini adalah salah satu cara untuk mencegah adanya penularan penyakit hepatitis. Sebab, penyakit ini dapat menular dari orang ke orang, melalui percikan darah, ludah, atau keringat. Akan tetapi, sejauh ini baru ada dua jenis vaksin hepatitis, yaitu untuk hepatitis A dan B. Sedangkan, untuk hepatitis C masih dalam tahap uji coba penelitian dan dua jenis lainnya belum tersedia.

Vaksin hepatitis A diberikan dua kali, yaitu pada anak berusia dibawah 5 tahun. Vaksinasi ini diberikan ketika anak berusia 12 dan 23 bulan. Pada setiap kali injeksi, dosis yang diberikan untuk anak berumur sampai 15 tahun yaitu 0,5 ml. Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin, bisa memperolehnya dengan pemberian sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 bulan dari vaksin pertama. Untuk dosis yang diberikan sebanyak 1 ml setiap pemberian vaksin.

Vaksin hepatitis B diberikan empat kali, yaitu saat bayi baru lahir, dalam waktu kurang dari 12 jam. Kemudian, vaksinasi akan dilanjutkan ketika bayi mencapai usia 2 bulan, 9 bulan, dan 15 bulan. Pada masing-masing waktu tersebut, dosis yang diberikan sebanyak 0,5 ml. Bagi orang dewasa yang belum menerima vaksin, bisa memperolehnya sebanyak tiga sampai empat kali dengan dosis berkisar antara 5-20 mg atau setara 0,5 hingga 1 ml. Jika sudah mendapatkan vaksin sebanyak tiga kali, maka perlindungannya akan bertahan 20 tahun hingga seumur hidup.

Apabila mendapatkan vaksin hepatitis A atau B, beberapa efek samping mungkin saja timbul. Seperti rasa sakit atau kemerahan di area suntikan, demam, sakit kepala, reaksi alergi, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Tak jarang, beberapa juga bahkan sampai kehilangan kesadaran. Jika dirasa efek samping yang timbul pasca vaksin sangat mengganggu, dapat mengunjungi fasilitas kesehatan terkait untuk mendapatkan penanganan khusus.

Pencegahan sejak dini sangat dibutuhkan untuk menghindarkan tubuh dari infeksi virus hepatitis. Penerapan pola hidup sehat merupakan salah satu langkah awal untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, dibutuhkan juga vaksinasi, agar terbentuk imunitas tubuh yang kuat, supaya tidak mudah terserang penyakit.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

426,497

Visitors total

331,352

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta