Pemerintah Kota Surakarta
Jejak-jejak Kota Solo Fasilitas Peribadatan di Kawasan Kauman
  June 8, 2022 14:21

Berkunjung di Kota Solo tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi tempat-tempat religi yang masih eksis hingga sekarang. Salah satu wilayah di Solo yang memiliki beberapa fasilitas peribadatan legend, khususnya bagi umat Islam adalah Kawasan Kauman. Di tempat ini kamu bisa menjumpai Masjid Sememen, Langgar Trayeman, dan Langgar Winongan. Tak hanya sebagai tempat ibadah, kamu juga bisa menjelajah bangunan-bangunan ini sembari belajar tentang sejarah masa lampau.

Pertama, adalah Masjid Sememen. Masjid ini merupakan pemberian atau wakaf dari Khatib bernama Sememi, di tahun 1890 Masehi. Mulanya, masjid ini dikenal dengan sebutan Langgar Sememen. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, dan berubahnya sistem kepengurusan, kemudian namanya diubah menjadi Masjid Sememen. Pembangunannya dilakukan pada tahun 1311, dengan mengedepankan arsitektur Indies atau Belanda. Jika kamu berkunjung kesini, akan menemukan sesuatu yang menarik, yaitu terdapat menara azan menyerupai Panggung Sanggabuwana dengan bentuk heksagonal yang berarti arah mata angin dan empat unsur alam, yakni air, angin, api, dan tanah. Lokasinya ada di Jalan Trisula VI atau Jalan Trisula Nomor 40 Kauman. Adapun luas tanahnya mencapai 500 meter persegi, dengan luas bangunan 500 meter persegi yang berdiri di tanah wakaf. 

Kedua, Langgar Trayeman yang terletak di Kampung Trayeman, Kauman. Bangunan ini merupakan wakaf dari Khatib Trayem. Beliau adalah seorang yang paling lama menjabat sebagai abdi dalem khatib. Diketahui bahwa, jabatan khatib sendiri merupakan warisan turun temurun dari generasi sebelumnya hingga pada lima generasi. Jabatan khatib abdi dalem Trayem sudah ada sejak zaman Keraton Kartasura, dan masih tetap ada sampai keraton berpindah ke Surakarta. 

Ketiga, Langgar Winongan. Lokasinya berada di kampung Winongan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon. Disebut dengan Langgar Winongan, karena  pernah ditinggali oleh Khatib Winong, seorang ulama Masjid Agung Surakarta dan Kraton. Langgar terdiri dari dua bangunan utama, diantaranya bangunan yang saat ini digunakan untuk tempat bagi jamaah putri (didirikan oleh jamaah pengajian subuh Langgar Winongan pada Rabu Pon 27 Rajab tahun Be 1904 bertepatan pada tahun 1392 H atau tanggal 6 September 1972 M), dan bangunan yang digunakan untuk jamaah laki-laki (didirikan pada hari Rabu Kliwon tanggal 25 Jumadil Akhir 1393 H atau bertepatan dengan tanggal 25 Juli 1973 M oleh para jamaah pengajian subuh langgar dan dibantu oleh kaum muslimin dan muslimat secara umum).

Penjelasan di atas, merupakan segelintir kisah sejarah dari tempat peribadatan yang ada di Kota Solo. Beberapa diantaranya merupakan bangunan lama yang tetap lestari hingga saat ini dan bahkan dijadikan sebagai cagar budaya. Masih banyak wisata religi lainnya yang harus kamu kunjungi di kota ini. Bagaimana, sudah tertarik ke Solo?

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

231

Visitors today

184

Visits total

380,827

Visitors total

298,053

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta