Pemerintah Kota Surakarta
Gedung Djoeang Saksi Perjuangan Kota Solo
  November 16, 2022 12:30

Merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Solo. Kehadiran gedung ini mulai ada sejak tahun 1876 dan selesai dibangun pada 1880. Gedung Djoeang berlokasi di Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Awal mula keberadaan Gedung Djoeang digunakan sebagai Cantienstraat yang berarti tempat pelayanan berupa kantin bagi Tentara Belanda. Hal tersebut berlangsung hingga tahun 1942. Pada tahun berikutnya digunakan sebagai asrama militer dikarenakan Benteng Vastenburg sudah tidak lagi mampu menampung Tentara Belanda. Oleh Tentara Belanda gedung ini juga sempat digunakan sebagai klinik.

Seiring perjalanan waktu dan Indonesia sempat dikuasai oleh Tentara Jepang, Gedung Djoeang turut direbut oleh Pasukan Nippon. Pasukan yang merebut Gedung Djoeang pada saat itu memiliki sebutan Senkokan. Pada saat itu Pasukan Jepang menjadikan gedung tersebut sebagai markas dan barak militer.

Setelah kemerdekaan Indonesia dapat dicapai gedung tersebut dikelola oleh Pemerintah Indonesia secara berturut-turut sebagai panti asuhan, markas kesatuan TNI, kantor pengurus DHC ’45. Di Dalam gedung tersebut juga terdapat Monumen Laskar Putri Surakarta. Monumen tersebut merupakan penanda sejarah kehadiran kaum wanita yang ikut andil dalam perjuangan serangan 4 hari pada tahun 1949. Pada saat itu kaum wanita berperan turut serta dalam latihan kemiliteran, memasak di dapur umum bagi para pejuang, dan membantu tenaga kesehatan di pos PMI.

Gedung Djoeang masuk ke dalam bagian Bangunan Cagar Budaya yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan yang bekerja sama dengan PT Andalan Solo Baru. Setelah sejarah panjang alih fungsi, pada tanggal 20 September 2019 saat gedung tersebut diresmikan dan mulai difungsikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Solo.

Gedung Djoeang saat ini dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Jam operasional kunjungan yaitu pukul 17.00 – 00.00 WIB. Terdapat berbagai spot menarik yang dapat digunakan untuk area berfoto. Di sana dilengkapi dengan hiasan berupa Patung-patung, lampu dengan pencahayaan temaram, bangku-bangku serta lantai yang diselingi rumput sintetis. Jika ingin berkunjung ke Gedung Djoeang ongkos yang diperlukan yaitu Rp3.000 untuk ongkos parkir. Jika ingin memasuki ke area dalam gedung maka diperlukan membayar Rp15.000.

Gedung Djoeang menjadi area yang menarik dikunjungi apabila berada di Kota Solo. Letaknya di tengah Kota Solo dan ongkos masuk yang terjangkau dapat menjadi alternatif wisata yang ekonomis namun bernilai sejarah tinggi. Jika berkunjung ke tempat ini diharapkan untuk selalu tertib dan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang.

Agnia Primasasti
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

36

Visitors today

8

Visits total

416,051

Visitors total

325,383

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta