Pemerintah Kota Surakarta
Monumen Sondakan Cukup Unik, Lokasinya Nyempil Diapit Rumah Warga. Ternyata Menyimpan Kisah Pertempuran Hebat yang Bikin Belanda Kocar Kacir di Kawasan Sondakan
  May 26, 2023 10:30

Kota Solo tidak lahir atau ada begitu saja. Begitu banyak jalan terjal dalam perjalanan sejarahnya. Mulai dari zaman kerajaan hingga perang kemerdekaan, Solo menjadi kota yang sarat akan kisah-kisah heroik. Begitu banyak pahlawan yang mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan Solo dari cengkraman pemerintah kolonial Belanda.

 

Di beberapa tempat, bahkan pernah menjadi saksi bisu pertempuran pejuang Indonesia yang gugur melawan tentara Belanda. Pertempuran paling heroik dan banyak dicatat dalam sejarah perjuangan di Solo adalah Pertempuran 4 Hari pada tanggal 7 hingga 10 Agustus 1949. Salah satu tempat yang kini dijadikan sebagai monumen perjuangan adalah di kawasan Sondakan.

 

Uniknya, tidak seperti monumen yang lain, Monumen Sangkrah tempatnya nyempil (terselip) dan diapit oleh bangunan rumah warga. Kalau memang tidak secara khusus mencarinya, bagi orang yang melewati Jalan Parang Kesit No.34, RT 02/RW O4, Keluarahan Sondakan, Kecamatan Laweyan ini, tentu tidak akan menggubris bila ada monumen bersejarah di tempat itu.

 

Apalagi, bentuk bangunan monumennya tidak tinggi, mungkin tingginya sekitar 1,5 meter. Hanya dipagari rantai pendek bangunan berbahan marmer tersebut. Di bawahnya tertulis prasasti cagar budaya.

 

Pada peristiwa pertempuran Serangan Umum, tentara Indonesia bertempur di sejumlah titik di Kota Solo. Saat prajurit-prajurit pemberani itu menghantam kekuatan Belanda, mereka banyak sebagian banyak bertahan dan bertempur di kawasan Sondakan. Pertempuran sengit yang terjadi di Sondakan, membuat Belanda kalang-kabut dan pada sore hari Belanda mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya untuk melawan pejuang Indonesia.

 

Banyak pejuang yang gugur menghadapi gempuran Belanda yang unggul dalam persenjatan udara. Lokasi hebatnya pertempuran itu, kini dibangun Monumen Sondakan untuk mengenang peristiwa pertempuran sengit antara pejuang Indonesia melawan Belanda.

 

Pertempuran pada masa Agresi Militer II Belanda itu merupakan serangan hebat dari pejuang-pejuang Solo dan berdampak sangat kuat terhadap Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda. Serangan tersebut membuktikan, bahwa tentara Indonesia masih ada dan kuat.

 

Pertempuran yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi dan Mayor Achmadi tersebut mengerahkan kekuatan tempur TNI yang dibantu total oleh Tentara Pelajar (TP). Kekuatan penuh pasukan tersebut menggempur Belanda mulai dari Tugu Lilin Penumping hingga ke Sondakan. Serangan itu menyebabkan pertahanan Belanda di sisi barat Kota Solo menjadi kocar kacir. Pihak Belanda yang tak menyangka akan serangan mendadak itu menimbulkan korban jiwa pasukan Belanda cukup banyak.

 

Belanda yang tak menyangka akan serangan tersebut, karena pasukan gabungan TP, mahasiswa dan TNI melakukannya secara gerilya di bawah komando Letkol Slamet Riyadi. Dampak dari serangan tersebut sangat besar dan pihak Indonesia bersedia menarik pasukannya dan Belanda berjanji tidak melakukan intimidasi ke masyarakat sipil. Posisi tawar politik Indonesia di KMB menjadi lebih kuat, salah satunya karena pertimbangan Serangan Umum Empat Hari tersebut. Sehingga, pada akhirnya kedaulatan Republik Indonesia diakui pada 27 Desember 1949.

 

Demikian hebatnya pertempuran Serangan Umum Empat Hari di Surakarta. Kita bisa menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang gugur dengan selalu mendoakan mereka yang gugur. Kalian juga bisa mengunjungi lokasi Monumen Sondakan yang unik, karena tempatnya yang berada di antara bangunan rumah warga. Asyik juga kalau kalian unggah kisah dibalik Monumen Sondakan ini di akun sosial media kalian.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

25

Visitors today

15

Visits total

425,321

Visitors total

330,661

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta