Pemerintah Kota Surakarta
Peringatan Hari Suci Waisak, Ada Stupa Candi dan Patung Buddha di Plaza Balai Kota Surakarta. Banyak Warga Ingin Berswafoto, Adem Rasanya Lihat Warga Hidup Rukun dan Toleran
  June 2, 2023 10:15

Kawasan Balai Kota Surakarta, kembali menjadi saksi penerapan nilai-nilai keberagaman. Plaza Balai Kota kini giliran berhias replika stupa candi dan berbagai ornamen Buddha. Sangat indah dan menarik warga, sampai-sampai banyak warga yang meluangkan waktu untuk berfoto di depan replika ornamen Buddha tersebut.

 

Bila menjelang sore, warga mulai berdatangan untuk memanfaatkan berswafoto. Ini menjadi bukti bahwa warga Solo sangat menyukai nilai-nilai keberagaman. Warga berebut mencari spot terbaik untuk berfoto tunggal, berdua dengan pasangan atau sekeluarga. Bahkan ada beberapa ibu-ibu muda meminta anak-anak mereka untuk berjajar di depan replika stupa candi. Keempat anak-anak usia Taman Kanak-kanak itu lantas bergaya dengan berbagai pose, agar terlihat fotogenik di frame kamera.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali memberikan kesempatan yang sama bagi warga penganut agama Buddha untuk merayakan Hari Raya Suci Waisak 2567 TB /2023. Dukungan Pemkot Surakarta tersebut dilakukan dengan menyediakan Plaza Balai Kota Surakarta menjadi tempat dipasangnya replika stupa candi dan patung Buddha. Stupa candi berukuran sedang itu diberi warna mirip warna batu stupa candi yang asli. Sehingga replika stupa tersebut sangat hidup menyerupai stupa candi.

 

Tak hanya di Plaza Balai Kota Surakarta, namun lampion yang didominasi warna kuning dan penjor juga dipasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Sebagian lampion juga dipasang di atas Jembatan Pasar Gede. Sebuah gerbang dengan ornamen stupa candi Waisak juga dipasang di atas Jembatan Pasar Gede. Pohon-pohon besar yang berada di sekitar Plaza Balai Kota juga terpasang lampion-lampion yang indah.

 

Pemkot Surakarta memang menyediakan kawasan Balai Kota untuk semua warga, termasuk untuk merayakan hari-hari besar keagamaan. Semua ornamen Buddha tersebut dipasang 29 Mei hingga 24 Juni 2023 mendatang. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, juga dipasang replika stupa candi berwarna-warni. Segala bentuk yang mencerminkan sikap toleransi kepada semua pemeluk agama, terus diupayakan oleh Pemkot Surakarta. Termasuk pada kali ini, Pemkot Surakarta juga memberikan ruang yang sama kepada umat Buddha untuk merayakan Hari Suci Waisak dirayakan dengan lancar di Kota Solo.

 

Sementara patung Buddha tidur berwana kuning keemasan dan lima murid sang Buddha menjadi salah satu ikon yang cukup menarik perhatian warga yang melintas. Dengan latar belakang sang Buddha, warga mencoba untuk mengabadikan momen yang jarang mereka temui itu. Semua replika dan ornamen Buddha menjadi satu kesatuan yang mencuri perhatian bagi banyak warga.

 

Seperti pada perayaan-perayaan agama lainnya, pemasanga replika perayaan agama selalu diikuti dengan hadirnya berbagai kuliner di sekitar Plaza Balai Kota. Kawasan tersebut menjadi destinasi warga untuk bersantai, terutama pada sore hingga malam hari.

 

Pada puncak perayaan Waisak, umat Buddha dari berbagai wilayah ikut memeriahkan perayaan Waisak di Kota Solo. Panitia perayaan Hari Suci Waisak mempersiapkan serangkain acara yang dimulai tanggal 4 Juni 2023. Berbagai pentas kesenian seperti wayang kulit, ketoprak, tarian dan paduan suara digelar di Balai Kota Surakarta. Panitia perayaan Waisak juga menyiapkan Pindapata pada tanggal 10 Juni 2023 yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

 

Kegiatan Pindapata merupakan tradisi para Biksu berjalan kaki dengan membawa periuk dan memberikan kesempatan umat untuk berbagi derma, bisa dalam bentuk makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Kegiatan tersebut digelar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga halaman Balai Kota.

 

Pada perayaan Tri Suci Waisak sendiri, panitia menjadwalkan tanggal 18 Juni 2023 menggelar perayaan di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta. Bagi umat Buddha Tri Suci Waisak merupakan perayaan pada 3 peristiwa penting, yaitu pertama: lahirnya Pangeran Siddharta (calon Buddha), kedua: Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha serta ketiga: Wafatnya Buddha Gautama parinibbana.

 

Kerukunan hidup beragama dan penuh toleransi memang sedang digaungkan oleh Pemkot Surakarta. Warga Solo semakin hidup penuh dengan kedamaian dan berdampingan secara rukun semua pemeluk agama. Semangat toleransi ini terus dihidupkan oleh Pemkot Surakarta agar tercipta kebersamaan meski berbeda-beda agama, etnis dan budaya. Sempatkan untuk berswafoto di Plaza Balai Kota Surakarta dan sebarkan semangat kerukunan dan toleransi yang sudah berjalan dengan baik di Kota Solo.

Agnia Primasasti
[yarpp]
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

0

Visitors today

0

Visits total

426,497

Visitors total

331,352

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta