Pemerintah Kota Surakarta
Kampung UKM Digital Laweyan
  June 18, 2016 00:53

Setelah menjadi pioner kampung wisata di Solo, Kampung Batik Laweyan kembali menjadi pioner Kampung Digital UKM. Launching atau peresmian Kampung Batik Laweyan sebagai Kampung Digital UKM dilakukan, Jum’at (17/6/2016) silam oleh Wakil Walikota Achmad Purnomo.

Bekerjasama dengan PT Telkom, Pemerintah Kota Surakarta melakukan digitalisasi Kampung Batik Laweyan. ”Dengan program digitalisasi ini nantinya Kampung Batik Laweyan bisa diakses secara online kapan saja, di mana saja di seluruh penjuru dunia. Sehingga orang membeli atau memesan batik tidak harus pergi ke Laweyan, tapi cukup memencet hape dari kamar sambil tiduran,” kata Wakil Waliwota Ahmad Purnomo ketika peresmian.

Digitalisasi pelaku UKM batik di kawasan tersebut merupakan kebutuhan untuk menuju ke pasar global. Wakil Walikota Purnomo menegaskan bahwa teknologi informatika tidak dapat ditunda-tunda penerapannya. Dengan tersambungnya akses komunikasi, Kampung Batik Laweyan akan kian mendunia. “Dengan menggunakan teknologi, diharapkan penjualan batik dapat lebih mudah dan meningkat,” katanya.

Kampung UKM Digital merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara terintegrasi untuk mendukung proses bisnis dalam satu kampung. Dengan demikian UKM akan semakin maju, mandiri dan modern.

Peresmian Kampung Batik Laweyan sebagai Kampung UKM Digital ditandai dengan penandatangan piagam bersama antara Kerja sama ditandai dengan penandatanganan antara Wakil Walikota Achmad Purnomo dengan Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin. Piagam tersebut berupa kain mori putih yang biasanya akan dijadikan sebagai kain batik.

Menurut Muhammad Awaluddin, untuk menjadikan sebagai Kampung UKM Digitial PT Telkom membantu Kampung Batik Laweyan dengan berbagai fasilitas. Disebutkannya fasilitas itu mulai dari penyediaan wifi, broadband learning center, penyediaan layanan information and communication technology atau ITC, pelatihan dan pendampingan, branding dan kampanye hingga bantuan modal.

Dikatakannya, Kampung Batik Laweyan merupakan Kampung UKM Digital ke 133 di seluruh Indonesia yang diiniasi PT Telkom. Dia menyebut, Surakarta memiliki potensi sumber daya industri kreatif bersumber dari kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Industri kreatif tersebut menjadi pondasi utama Surakarta.  “Salah satu industri kreatif yang mempunyai sejarah panjang itu adalah baitk. Dan berbicara Batik di Solo, tidak bisa dilepaskan dengan Batik Laweyan,” kata dia lagi.

Menurut Awaluddin, Kampung UKM Digital yang ditujukan kepada para pelaku UKM adalah langkah antisipatif menghadapi perdagangan bebas. Dengan program tersebut diharapkan produk batik dari kampung Laweyan bisa mendunia. Meski demikian, dia berwanti-wanti agar para pelakukan UKM konsisiten dan disiplin tatkala dalam menggunakan piranti online. “Selain ada pelatihan, kami juga beri pendampingan selama tiga bulan agar tipikal pelaku UKM konsisten dan displin dalam memanfaatkan IT,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Kampung Batik Laweyan Alpha Fabela Priyatmono digitalisasi UKM di Kampung Batik Laweyan ini benar-benar dapat membantu para pengrajin batik dalam memasarkan dan menjual produk. Menurut dia, selama ini memang sudah banyak perajin batik di Laweyan yang menggunakan sistem online dalam memasarkan atau menjual produk kreatif mereka. Namun para pelaku UKM belum melakukan secara terorganisasir baik dan sistematis.

”Batik itu kan sebenarnya tidak melulu hanya dilihat dari produknya tapi juga bisa dilihat dari proses pembuatan, sejarah, bahkan arsitektur rumah para juragan batik. Yang seperti ini tidak afdal jika hanya diakses melalui internet, tapi harus datang dan melihat langsung ke lokasi. Digitalisasi yang dilakukan diharapkan juga membantu yang seperti ini,” jelasnya.

Wakil Walikota pun menandaskan bahwa kemajuan teknologi yang luar biasa itu juga harus diimbangi dengan usaha untuk tetap melestarikan budaya yang ada. Menurut dia, banyak potensi yang dimiliki Kampung Batik Laweyan. “Seperti sejarah dari Kampung Batik Laweyan, bangunan-bangunan bersejarah, dan masih banyak yang lainnya,” kata dia. (***)

aosgi
Pemerintah Kota Surakarta

DISKOMINFO SP

Kompleks Balai Kota Surakarta

Jl. Jend. Sudirman No.2, Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kode Pos 57133
(0271) 2931667

Site Statistics

Visits today

239

Visitors today

188

Visits total

380,835

Visitors total

298,057

©️ 2022 Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Surakarta